Temuan Fosil Dari Masyarakat Guna Melengkapi Informasi Bagi Pengunjung

0
603

Situs Sangiran mempunyai potensi tinggalan data kehidupan sejak 2,4 juta tahun silam yang seakan tidak ada habisnya. Berbagai kehidupan sejak 2,4 juta tahun silam disajikan dalam Museum Manusia Purba Sangiran yang dapat dikunjungi masyarakat. Sajian koleksi yang dipamerkan merupakan sebuah pengetahuan yang diperuntukkan bagi masyarakat dalam ruang pamer yang ada di museum dan terbagi dalam beberapa display.

Salah satu display yang ada di Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan adalah display temuan baru. Display temuan terbaru di Situs Sangiran ini disajikan guna menambah informasi pengunjung tentang temuan terbaru yang ada di Situs Sangiran serta menghargai penemu fosil yang melapor padakan temuan fosilnya. Selain itu, display ini menambah daya tarik bagi pengunjung yang haus tentang berbagai informasi tentang temuan fosil yang ada di Situs Sangiran.

Display temuan baru di Situs Sangiran sejak Kamis, 9 Februari 2023 berganti koleksi, pengunjung dapat menyaksikannya mulai hari Jumat, 10 Februari 2023. Koleksi terbaru ini merupakan temuan masyarakat yang melapor temuan fosil. Sebagian besar koleksi tersebut merupakan temuan dari Situs Sangiran dan juga ditemukan oleh warga masyarakat yang bermukim di Situs Sangiran.

Koleksi temuan baru yang dipamerkan pada display temuan baru sejumlah 2 buah fosil. Yang pertama adalah fosil tengkorak badak purba (Cranium Rhinoceros) dan yang kedua adalah fosil ranggah rusa purba (antler Axis lydekkerii). Kedua temuan ini merupakan temuan masyarakat yang bermukim di tengah Situs Sangiran yang kaya akan temuan fosil.

Fosil tengkorak badak purba atau dalam bahasa latin di sebut Cranium Rhinoceros ditemukan pada tanggal 3 Juli 2020 di Dusun Bapang, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Fosil Tengkorak Badak purba ini ditemukan oleh Rosyid. Temuan fosil tengkorak badak purba ini merupakan temuan istimewa karena memiliki kondisi yang lengkap dibanding koleksi sejenis yang ada di Museum Manusia Purba Sangiran. Selain itu, temuan fosil ini ditemukan secara in-situ, artinya konteksnya sangat jelas. Hal ini menjadi keistimewaan lainnya karena dapat merekam berbagai data yang diperlukan guna penelitian lebih lanjut.

Setelah melalui analisis morfologi, dapat diketahui bahwa fosil tersebut merupakan bagian tengkorak dan gigi geraham badak purba. Secara dimensional, fosil Tengkorak Badak purbamemiliki ukuran panjang 59 cm; lebar 35 cm; tinggi 24 cm; dan berat > 5kg.

Fosil kedua berupa fosil ranggah rusa purba atau yang dalam bahasa latin disebut sebagai antler Axis lydekkerii. Fosil ini ditemukan oleh Bambang Sugiarto pada tanggal 26 Januari 2022 di Dusun Ngrejeng, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Ukuran fosil ranggah rusa rurba; panjang 560,02 mm dan lebar 160,1 mm.

Kedua fosil tersebut melengkapi informasi tentang temuan fosil dari masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berperanserta dalam upaya pelestarian Situs Sangiran. Peranserta masyarakat sangat dihargai dan sebagai penghargaan, fosil temuan masyarakat itu dipamerkan guna melengkapi informasi bagi pengunjung museum.  (Wiwit Hermanto)