Sosialisasi Penanganan Temuan Fosil di Tritik, Desa di Tengah Hutan Nganjuk

0
752

Wilayah Kabupaten Nganjuk memiliki potensi prasejarah yang cukup kuat. Penemuan fosil di Nganjuk menambah banyaknya daftar situs prasejarah yang ada di Indonesia khusunya di Pulau Jawa. Salah satu lokasi di Nganjuk tempat ditemukan tinggalan prasejarah adalah kawasan Hutan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Tinggalan purba berupa fosil banyak ditemukan, di antaranya jenis fosil binatang laut dan darat, yakni kerang laut, bagian tubuh gajah, tanduk banteng, gigi gajah, serta fosil purba lainnya. Fosil-fosil yang ditemukan di Hutan Tritik bisa dilihat di Museum Anjuk Ladang Nganjuk. Selain fosil, di wilayah Nganjuk juga pernah ditemukan artefak berupa bola batu.
Temuan fosil dan artefak di Nganjuk menjadikan daerah ini sebagai situs yang penting bagi ilmu pengetahuan, terutama untuk pemahaman tentang pengetahuan prasejarah. Dengan latar belakang kekayaan potensi arkeologis yang dimiliki Kabupaten Nganjuk tersebut, BPSMP Sangiran bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Nganjuk, khususnya masyarakat Desa Tritik untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang tinggalan purbakala beserta penanganannya.
Kegiatan sosialisasi diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober 2020 di Balai Desa Tritik, Kecamatan Rejoso Nganjuk. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPSMP Sangiran dan Disparporabud Nganjuk. Kegiatan ini juga dihadiri Administratur Perhutani KPH Nganjuk, Wahyu Dwi Hatmojo. Dalam sambutan pembukaan, Iskandar Mulia Siregar, S.Si selaku Kepala BPSMP Sangiran menyampaikan pentingnya temuan fosil yang mulai banyak ditemukan di Nganjuk serta perlunya kerja sama baik masyarakat desa, Perhutani, Dinas terkait serta BPSMP Sangiran dalam hal pelestarian Cagar Budaya.

Narasumber pertama yang memberikan paparan dalam sosialisasi ini adalah Kepala BPSMP Sangiran, dengan materi tentang Potensi Cagar Budaya Manusia Purba di Nganjuk. Materi kedua mengangkat tema tentang Kebijakan Pelestarian Cagar Budaya di Nganjuk oleh Ir. Fadjar Judiono, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan Nganjuk. Materi ketiga adalah Penanganan Temuan Fosil di BPSMP Sangiran yang disampaikan oleh Iwan Setiawan Bimas, Pamong Budaya Ahli Muda BPSMP Sangiran.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Tritik maupun instansi terkait lainnya dapat mengenal dan memahami tinggalan purbakala (Cagar Budaya), baik dari masa prasejarah maupun masa klasik (kerajaan) yang banyak ditemukan di Nganjuk. Pengetahuan dan pemahaman arti penting Cagar Budaya ini diharapkan menjadikan masyarakat turut berperan serta dalam melestarikan Cagar Budaya di sekitarnya. (Muh. Mujibur Rohman).