Potensi Tersembunyi Masyarakat di Situs Sangiran

0
1511
Tukinah memberi contoh cara membatik

Situs Sangiran sudah banyak dikenal diberbagai orang, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dunia internasional karena potensi arkelogi yang dimilikinya. Selain potensi arkeologi tersebut, Sangiran juga memiliki potensi besar yang dimiliki masyarakat yang berdiam didalamnya.

Potensi masyarakat tersebut salah satunya berada di Dusun Sendang, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Dusun Sendang memiliki setidaknya dua potensi masyarakat yang berkembang, menghiasi sekaligus membuat Situs Sangiran makin berwarna. Potensi itu adalah kerajinan masyarakat yaitu membatik dan kerajinan batok kelapa.

Kedua hal tersebut merupakan potensi masyarakat sekaligus potensi budaya yang ada di tengah Situs Sangiran. Salah satu perajin batik yang ada di Dusun Sendang adalah Tukinah yang mengaku sudah lama menggeluti usaha ini. Perubahan paradigma dimasyarakat dirasakan dalam menggeluti usahanya ini, “Kalau jaman dulu para perajin batik yang mencari kerjaan untuk mbatik, Sekarang sudah berubah. Banyak sekali juragan batik yang mencari perajin batik ke desa-desa. Sangat sulit sekali yang masih bisa” ujarnya

Menilik pengakuan Tukinah itu, perubahan paradigma itu menjadi suatu tantangan bagi perajin batik saat ini. Kesulitan mencari pembatik yang baik merupakan tantangan terbesar karena hasil dari perajin batik ini terdiri dari kualitas berbeda, “perajin batik memiliki kualitas yang berbeda, ada yang memang sangat baik, ada yang baik dan ada yang biasa saja, sehingga ini menentukan upah yang mereka dapat. Sangat sulit mencari perajin dengan hasil yang sangat baik saat ini”, ujar Tukinah Minggu (8/1/2017).

Dibalik tantangan tersebut, Tukinah bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi pada orang yang berminat belajar membatik. Hal ini dibuktikan oleh para anggota YGC Sangiran hari Minggu 8 Januari 2017 yang datang untuk belajar membatik pada Tukinah.

Tukinah memberi contoh cara membatik
Tukinah memberi arahan kepada peserta Learning Batik

Selain potensi membatik, di Dusun Sendang juga terdapat kerajinan batok kelapa yang dapat diubah menjadi kerajinan yang lucu dan indah seperti kancing baju, aksesoris perempuan, bingkai foto, penutup lampu, gantungan kunci, dan sendok serta mangkuk. Sisa produksi batok kelapa yang tidak terpakai juga masih bisa dimanfaatkan untuk arang. Pusat industri rumahan ini cukup banyak menyerap tenaga kerja.

Salah satu orang yang sukses dengan usaha batok kelapa ini adalah Heriyanto yang mengaku mulai merintis usaha ini sejak tahun 2000 dan telah mengalami pasang surut dalam usaha ini. Saat ini usaha arang dan kancing dari batok kelapa ini sudah berkembang dan mampu memasok pesanan dari berbagai wilayah Eks Karesidenan Solo (Surakarta, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri dan Klaten), selain itu juga mampu merambah ke berbagai wilayah seperti Semarang, Magelang, Pekalongan, Pati dan Yogyakarta, seperti yang diakui Heriyanto saat peserta World Heritage Camp Indonesia (WHCI) 2016 berkunjung ke tempat usahanya (10/11/2016).

Heriyanto memberi penjelasan pada peserta WHCI 2016

Lebih lanjut Heriyanto mengungkapkan bahwa “Dari usaha ini saya dapat memberikan sesuatu bagi lingkungan saya seperti menyerap tenaga kerja disekitar dan kemudian mampu menghidupi keluarga mereka”. Selain Heriyanto, perajin batok kelapa juga diusahakan warga Sendang yang lain guna memenuhi biaya hidup. Pekerjaan ini digeluti juga oleh Kemis selama 5 (lima) tahun dengan modal sendiri setelah mengikuti jejak tetangganya.

Produksi kerajinan batok kelapa oleh Kemis
Batok kelapa merupakan tumpuan hidup Kemis

Potensi kerajinan di kawasan Situs Sangiran yang luar biasa besarnya dapat disinergikan dengan pelestarian Situs yang akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan warga sekitar. Dengan terkenalnya nama Sangiran di seantero jagad dapat berdampak bagi masyarakat yang mau berusaha dan berpikir kreatif. (Wiwit Hermanto)