PKN 2020 di Mata Seniman dan Pelaku Kreatif

0
9980

Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun 2020 telah diluncurkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid. Beragam tanggapan disampaikan oleh seniman dan pelaku kreatif terhadap perhelatan PKN 2020.
 
Pegiat seni permainan tradisional, Zaini Alif menyampaikan bahwa PKN adalah salah satu cara adaptasi kebahagiaan baru. Menurutnya, kegiatan ini memberi kesempatan untuk bisa sama-sama bermain secara virtual dengan anak-anak di seluruh nusantara. “Seperti enggrang, itu dilombakan secara virtual, ‘kan sangat menarik. Ini menjadi obat bagi anak-anak bangsa kita, berkompetisi dengan permainan nasional,” ujarnya.
 
Penanggung jawab pameran Galeri Nasional, Pustanto, mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan peluncuran museum virtual pada 26 Oktober mendatang. “Walaupun ada kunjungan yang bisa dilakukan secara luring, tapi kuotanya terbatas. Nah, makanya kami optimalkan pada daringnya,” kata Pustanto pada kesempatan yang sama.
 
Pegiat musik jalanan, Andi Malewa pada kesempatan ini menyampaikan rasa terima kasih pada Ditjen Kebudayaan yang telah melibatkan Institut Musik Jalanan dalam Kongres Kebudayaan. Ini adalah kali pertama musisi-musisi jalanan menitipkan amanah dan harapan, bahwa musisi jalanan punya ‘rumah’ tempat menginduk dan berekspresi. “Kami terharu diberikan kesempatan 12 penampil, banyak  teman-teman musisi jalanan yang belum pernah menginjakkan kaki di Jakarta. Kami juga menampilkan empat kelompok disabilitas,” jelas Andi.
 
Senada dengan Andi, pekerja seni Eko Supriyanto menyampaikan apresiasinya pada Kemendikbud yang terus memperjuangkan PKN. Ia meyakini PKN adalah kesempatan Indonesia untuk menunjukkan optimisme di tengah perjuangan melawan pandemi Covid-19. “Suatu kehormatan bagi kami, saya terharu,” kata Eko.
 
Eko menambahkan, pada PKN 2020, Ditjen Kebudayaan benar-benar memerdekakan para seniman untuk menggagas dan menggarap tradisi dengan cara baru. “Kami benar-benar tidak diintervensi, dan apalagi dengan metode virtual seperti ini, supaya ktia bisa semakin ‘mengkini’,” tambah Eko.
 
Didik Hadiprayitno atau yang dikenal dengan nama panggung, Didik Ninik Thowok juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud. “Ini pengalaman yang baru, bagaimana kami diberi kesempatan diskusi bersama untuk ‘menjahit’ pertunjukkan secara virtual,” jelas Didik.
 
PKN pertama kali dilaksanakan pada 7-11 Oktober 2019 di Kawasan Istora, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pada PKN 2019 lalu, ditampilkan 10 kompetisi, 36 sesi konferensi, 125 pertunjukan, 27 pameran, dan 10 workshop budaya yang mencatat pengunjung sekitar 250 ribu orang.  Seluruh kegiatan PKN dapat diakses melalui situs resmi Pekan Kesenian Nasional 2020 di pkn.id dan media sosial PKN (Instagram: @pekankebudayaannasional, Facebook: facebook.com/pekankebudayaannasional, dan Twitter: twitter.com/pkn_indonesia).  (Denty A./Aline R.)
Sumber :kemdikbud.go.id