You are currently viewing Pierre Teilhard de Chardin (1 Mei 1881-10 April 1955)

Pierre Teilhard de Chardin (1 Mei 1881-10 April 1955)

De Chardin adalah sahabat sekaligus pengkritik tajam pandangan von Koenigswald. Atasbantuannya, von Koenigswald mendapat sponsor untuk kegiatan penelitian di Sangiran. Disisi lain, de Chardin tak segan menyanggah pendapat von Koenigswald tentang usia alat batu Pacitanian.

Pertemuan pertama von Koenigswald dengan de Chardin terjadi pada 1936. Kala itu, de Chardin bergabung dalam Ekspedisi Yale-Cambridge di India, di bawah pimpinan Helmut de Terra. Dalam rangkaian itu pula, ia berkesempatan mengunjungi von Koenigswald di Jawa. Pada 5-14 Januari, keduanyamengunjungi lokasi penemuan alat batu Pacitan, setelah sebelumnya singgah di Sangiran. Kunjungan pertama de Chardin ke Jawa telah memberinya kesempatan untuk melihat alat-alat batu temuan von Koenigswald: serpih bilah Sangiran dan alat penetak Pacitan.

Terhadap klaim von Koenigswald tentang pembuat alat batu Pacitanian, de Chardin sempat memperingatkan von Koenigswald: Kau membutuhkan bukti stratigrafi untuk Chellean-mu! Ilmuwan ingin mengetahui fakta-fakta, lebih dari sekadar interpretasi personalmu. “Chellean” adalah sebutan untuk budaya kapak-genggamdan penetak Paleolitik yang ditemukan di Perancis. Peringatan de Chardin muncul karena alat batu Pacitanian ditemukan di endapan teras sungai. Karena itu, asosiasi artefak ini dengan Homo erectus menurutnya pantas dipertanyakan.

Di samping memberikan masukan, de Chardin menyadari betul potensi yang tersimpan di Jawa. Maka, ia tak segan mengirim surat rekomendasi kepada Dr. J.Merriam, Presiden Carnegie Institution, dan Dr. W. Granger dari American Museum of Natural History, mendesak dukungan untuk von Koenigswald yang sedang kesulitan dana. Rekomendasi ini menguatkan surat permohonan sponsor yang telah dikirim von Koenigswald kepada Merriam sebelumnya.

Tahun 1937, bersama Helmut de Terra, de Chardin merencanakan sebuah ekspedisi penelitian ke Birma dan Jawa, untuk membuat perbandingan alat-alat batu di Asia Tenggara dan sekitarnya. Ekspedisi itu, di mana ia sempat turut serta selama lima bulan, dikenal sebagai Ekspedisi Harvard-Carnegie ke Birma, atau The Joint American Southeast Asiatic Expedition. Kali itu pun, bersama Helmut de Terra, ia menyempatkan diri mengunjungi von Koenigswald di Jawa, tahun 1938. Melihat hasil penelitian von Koenigswald, de Chardin berpendapat bahwa alat batu Pacitanian dan alat serpih Sangiran tidak memiliki kesamaan dengan alat-alat batu yang ditemukan di Zhoukoudian. Sumber: Museum Manusia Purba Klaster Ngebung

Leave a Reply