LIMA NEGARA TERLIBAT PENELITIAN DI SITUS PUCUNG

0
809

Dari tanggal 12 Desember 2013 hingga 10 Januari 2014 Situs Pucung kembali menjadi ajang penelitian dan studi lapangan oleh peneliti-peneliti dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan penelitian dalam rangka kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Muséum National d’Histoire Naturèl (Paris). Serta bersama-sama dengan kegiatan Pengelolaan Situs Prasejarah di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh PrehSEA. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, penelitian dan ekskavasi ini diikuti oleh peserta dari Filipina, Thailand, Korea, dan Perancis. Instansi yang terlibat langsung dalam penelitian ini adalah BPSMP Sangiran, Pusat Arkeologi Nasional, Balar Medan, Balar Palembang, Balar Denpasar, Balar Menado, Balar Ambon, Balar Bandung, Centre for Prehistory and Austronesian Study, Muséum National d’Histoire Naturèl (Paris), Institut de Recherche pour le Développement (Paris), National Museum of Philipinnes (Filipina), UP Dilliman (Filipina), Nakhon Si Thammarat (Thailand), dan Han Baek Research Institut for Cultural Heritage (Korea Selatan)
Aktifitas kegiatan difokuskan pada ekskavasi terutama yang berkaitan langsung dengan teknik-teknik penggalian dan perlindungan, pengelolaan temuan yang diperoleh dari kegiatan ekskavasi, dan kegiatan analisis awal dari temuan penggalian. Selain itu, juga dilakukan interaksi dengan masyarakat lokal mengenai kehadiran situs dan museum baru yang dibangun di wilayah tersebut.

BAGIKAN
Artikulli tjetërLEGENDA SANGIRAN 17