Pasar Budaya di Desa Krikilan Mengangkat Budaya Lokal

0
829

Kegiatan Pasar Budaya dilaksanakan di 5 desa di Situs Sangiran selama 3 hari sejak tanggal 13-15 November 2020. Kelima desa tersebut adalah Desa Krikilan, Bukuran, Ngebung, Manyarejo, dan Dayu yang merupakan lokasi dari 5 Museum Manusia Purba Sangiran.
Pasar Budaya di Desa Krikilan dipusatkan di Punden Tingkir dengan mengusung tema, “Sangiran Ngundhuh Mantu”. Dijelaskan makna dari tema tersebut berlatar belakang masa lalu saat para pengawal Raden Tingkir melewati wilayah Sangiran. Ada seorang pengawal yang sakit yang kemudian diobati oleh sebuah keluarga dengan sangat baik, bahkan menganggapnya sebagai keluarga sendiri.
Sang pengawal tersebut bergaul dan bermasyarakat dengan warga yang kemudian dikenal dengan sebutan Wiro Sangir. Wiro Sangir secara rutin diberi obat oleh seorang gadis bernama Dewi Sangir, yang lama kelamaan cinta itu bersemi antara keduanya. “Cerita ini yang kami angkat sebagai tema Pasar Budaya Sangir”, jelas Aries Rustioko selaku Ketua Pasar Budaya Sangir yang juga menjabat Sekertaris Desa Krikilan.
“Diawali dengan kirab Sang Pengantin, Wiro Sangir dengan Dewi Sangir”, imbuhnya
Pasar Budaya ini mengetengahkan berbagai kegiatan, kesenian, permainan tradisional, kuliner, kerajinan, sarasehan dan diskusi, dan pengobatan tradisional. Dari kesenian, Kelompok Gejog Lesung diberi kesempatan tampil untuk memberikan penampilan terbaiknya.
Kelompok Gejog Lesung ini mendapat kesempatan tampil yang merupakan penampilan pertama pasca pandemi. Penampilan ini terasa begitu istimewa bagi kelompok ini setelah harus membatalkan pementasan akibat pandemi Covid-19 yang sudah mewabah selama beberapa bulan. Jumadi selaku ketua Kelompok Gejog Lesung mengungkapkan kebahagiaannya dapat tampil di Pasa Budaya.
“Los mas, ambyar tertumpahkan sudah ganjalannya, berasa haru campur aduk”, jelasnya.
Untuk mempersiapkan penampilan di Pasar Budaya, kelompok ini melakukan latihan secara rutin. Selain kesenian gejog lesung, kelompok ini juga berkarya di bidang kesenian lain seperti karawitan dan teater baik bagi umum maupun anak-anak. Jumadi mengungkap, “Ya tentu ada sedikit persiapan, malah saya terasa haru mas, kala adik-adik main gamelan banyak komen positif”.
Pasar Budaya yang telah dilaksanakan di Situs Sangiran semoga berkelanjutan dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Menjadi sarana memperkenalkan kebudayaan di masyarakat sekaligus mengajak pengunjung untuk mengenal kemudian mencintai budaya disekitarnya. (Wiwit Hermanto)