Pandemi Memaksa Pengelola Museum Menerapkan Kebijakan Guna Mencegah Penyebaran Covid-19

0
54

Museum Manusia Purba Sangiran selama pandemi menutup museum guna mencegah penyebaran Covid-19 sejak tanggal 15 Maret 2020 hingga 9 April 2021. Pada tanggal 10 April 2021, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran selaku pengelola Situs dan Museum Sangiran, kembali membuka layanan museum dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Museum Manusia Purba Klaster Krikilan dan Klaster Dayu merupakan 2 museum yang dibuka mempertimbangkan berbagai hal dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya.
Pembukaan kembali museum tidak berlangsung lama, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, memaksa Museum Manusia Purba Sangiran kembali ditutup. Penutupan museum ini dengan mempertimbangkan saran dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sragen dan Karanganyar.
Berdasarkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen, Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan ditutup kembali pada tanggal 16 Juni 2021. Hal ini dengan pertimbangan meningkatnya penderita Covid-19 di Kabupaten Sragen.
Kemudian kebijakan ini diikuti oleh Kabupaten Karanganyar, sesuai rekomendasi Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu ditutup selama 2 minggu sejak tanggal 21 Juni hingga 2 Juli 2021.
Pemberlakuan PPKM Darurat, memaksa Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan dan Dayu kembali ditutup. Penutupan ini membuat lumpuh pelayanan pada masyarakat melalui museum, masyarakat kembali tidak bisa mengakses informasi melalui layanan museum yang disediakan oleh BPSMP Sangiran. Hal ini berdampak pada tidak adanya pengunjung museum yang berdampak pula pada para pedagang yang ada di museum dan disekitarnya.
Pedagang mengeluhkan tidak adanya pengunjung membuat mereka harus berpikir keras untuk mencari alternatif lain guna mencari penghasilan. Seiring berjalannya waktu, masih ada masyarakat yang datang ke museum karena belum mengerti jika museum tutup atau sengaja datang dengan menggunakan sepeda atau memang sengaja ingin berbelanja suvenir. Hal ini menjadi pembakar semangat para pedagang suvenir yang mulai membuka dagangannya di luar museum.
Kemudian pada tanggal 12 Oktober 2021, Museum Manusia Purba Sangiran kembali membuka 2 museumnya yaitu Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan dan Dayu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dengan terus berdiskusi dalam menentukan Langkah dan kebijakan ke depannya. (Wiwit Hermanto)