Minyak Serai Wangi (Citronella Oil) untuk mengawetkan koleksi fosil di Museum Anjuk Ladang

0
79

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran sedang melakukan kegiatan pendataan dan konservasi di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk pada tanggal 15-21 maret 2021. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk bantuan teknis yang di berikan oleh BPSMP Sangiran dalam bidang perawatan koleksi pada museum- museum yang menyimpan koleksi berupa fosil. Kegiatan ini melibatkan Konservator, Pamong budaya, analis pelestari manusia purba dan teknisi laboratorium. Rangkaian kegiatan ini meliputi identifikasi koleksi, labelling, pendokumentasi koleksi, inventarisasi koleksi serta perawatan (konservasi) koleksi.

Dalam melakukan kegiatan perawatan koleksi fosil, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran mencoba menggunakan bahan-bahan alami sebagai bahan untuk mengkonservasi fosil. Pada kegiatan perawatan koleksi di Museum Anjuk Ladang ini digunakan minyak atsiri, jenisnya yaitu minyak serai wangi (citronella oil) sebagai bahan untuk mengawetkan (preservasi) koleksi fosil. Selain itu juga berdasarkan studi kasus di lapangan, banyak ditemukan agen perusak koleksi dari faktor hama (serangga) di dalam koleksi sehingga dilakukan penyemprotan dengan minyak serai wangi pada koleksi (fosil) agar mengusir serangga. Hal ini berdasarkan penelitian laboratoris yang telah dilakukan oleh Balai Konservasi Borobudur.

Menurut Harianingsih dkk (2017), minyak serai wangi mengandung sekitar 30% sitronellal yang berfungsi mengusir serangga secara alami, melawan bakteri, jamur, lumut dan melawan kerusakan akibat radikal bebas. Indonesia merupakan negara penghasil minyak atsiri, bahkan berpotensi besar sebagai negara produsen minyak atsiri dunia. Minyak atsiri bermanfaat dalam industri modern seperti industri parfum, kosmetik, makanan, farmasi, aroma terapi dan obat-obatan.

Penggunaan minyak atsiri sebagai bahan pengawetan dan pembersih fosil cukup efektif  sebagai salah satu bentuk  penerapan Green Conservation, namun tentu saja penggunaan minyak atsiri pada fosil harus tetap dilakukan monitoring berkala sehingga dapat diketahui dampak yang ditimbulkan terhadap koleksi baik jangka pendek maupun jangka panjang. (Nurul- Dody- Lia-Yudha- Wahyu- Ernik)

Aplikasi minyak serai wangi pada fosil

TINGGALKAN KOMENTAR