MENGENAL SITUS MANUSIA PURBA SANGIRAN

0
4726

Situs Sangiran memiliki luas 59,21 km2 yang merupakan sebuah situs manusia purba dari kala plestosen yang paling lengkap dan paling penting di Indonesia, dan bahkan di Asia. Secara administratif, Situs Sangiran terletak di Kabupaten Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah. Situs ini memberi pengetahuan tentang misteri kehidupan manusia purba pada jaman dahulu. Pengetahuan tersebut berupa pemahaman tentang evolusi manusia, lingkungan, fauna dan budayanya yang mendapatkan pengakuan dunia sebagai situs yang terdaftar dalam World Heritage List UNESCO dengan nomor 593 pada tahun 1996.

Pengakuan dari UNESCO membuat Situs Sangiran menjadi pusat perhatian dunia dari berbagai lapisan masyarakat. Situs Sangiran menjadi sumber pengetahuan tentang kehidupan manusia purba yang hidup di situs ini selama 2 juta tahun yang lalu. Pengetahuan tersebut wajib di disampaikan kepada masyarakat. Untuk memberi informasi kepada masyarakat, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang mempunyai tugas melaksanakan pelestarian situs manusia purba di seluruh Indonesia memandang perlu untuk menerbitkan publikasi informasi tentang Sangiran bagi masyarakat, khususnya kepada generasi muda usia sekolah. Publikasi berbentuk buku cerita bergambar ini disajikan dalam bahasa ilmiah populer dan disertai gambar ilustrasi yang dapat bercerita tentang Situs Sangiran.

Buku cerita bergambar ini berjudul “Mengenal Manusia Purba Sangiran” yang menjelaskan berbagai hal tentang Sangiran dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Buku ini menjelaskan tentang Sangiran dengan materi:

Letak Situs Sangiran

Mereka yang mengenalkan Sangiran

Terbentuknya Sangiran

Lingkungan dan fauna Sangiran

Terbentuknya Kubah Sangiran

Manusia Purba Sangiran

Sangiran masa kini

Kisah-kisah diatas dapat memberi penjelasan tentang Situs Sangiran sehingga para pembaca mampu mengenal Situs Sangiran dengan berbagai potensi yang terkandung didalamnya. Penerbitan buku cerita bergambar ini diharapkan generasi muda dapat mengenal dan memahami Sangiran lebih dekat lagi. Sehingga ke depannya dapat menambah apresiasi dan kepedulian generasi muda terhadap Sangiran sebagai Situs Warisan Budaya Dunia. (Wiwit Hermanto)