Memperkenalkan Gajah Purba Melalui Display Sentuhlah Aku

0
199

Ada tiga generasi gajah yang pernah hidup di Sangiran, yaitu Mastodon, Stegodon, dan Elephas. Ketiganya pernah hidup dan berkembang biak di Sangiran antara 1 juta sampai 200.000 tahun yang lalu. Ciri fisik yang membedakan ketiganya adalah tipe gigi dan bentuk gadingnya.
Dia antara ketiganya, Stegodon menjadi primadona gajah di Sangiran karena banyak sekali fosil-fosil Stegodon ditemukan dalam kondisi yang sangat bagus dan secara anatomis temuannya relatif lengkap.
Mastodon adalah jenis gajah paling primitif di Sangiran memiliki empat gading, dua berukuran besar tumbuh di rahang atas, dan dua lainnya berukuran mungil di rahang bawah. Gigi geraham Mastodon bertipe bunodont.
Stegodon yang banyak ditemukan di Sangiran berjenis Stegodon trigonocephalus, merupakan jenis gajah purba yang paling banyak ditemukan di Sangiran. Spesies yang beratap tengkorak menonjol membentuk segitiga. Ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan gajah sekarang. memiliki gading berbentuk membulat dan agak melengkung. Gigi Stegodon bertipe brachyodont yaitu jenis gigi yang sesuai untuk melumat dedaunan yang lembut.
Elephas merupakan jenis gajah yang paling modern, merupakan generasi ketiga gajah purba. Fosil-fosilnya banyak ditemukan di lapisan Kabuh. Bentuknya relatif sama dengan gajah sekarang. Bentuk gading Elephas relatif lurus dan digunakan untuk menumbangkan pepohonan yang akar dan cabangnya menjadi makanan. Gigi Elephas bertipe hypsodont yang digunakan untuk mengunyah makanan yang keras seperti rumput kering dan biji-bijian.
Guna memperkenalkan dan mendekatkan gajah purba kepada para pengunjung, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menyediakan sebuah display khusus yang diberi nama “Sentuhlah Aku”. Pengunjung dapat menyentuh fosil gajah purba guna merasakan sensasi berjumpa dengan gajah purba sekaligus merasakan kembali kejayaan mereka sekitar 700 ribu hingga 500 ribu tahun yang lalu.
Display ini ada di Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan, pengunjung dapat berinteraksi dan menambah pengalaman. Koleksi di display ini hanya satu-satunya yang koleksinya boleh disentuh dengan tujuan memberi sensasi bagi pengunjung. (Wiwit Hermanto)