Koordinasi Pelaksanaan Sangiran Masuk Sekolah (SMS) di Kudus

0
381

Koordinasi sebelum kegiatan dilangsungkan menjadi sebuah kata kunci yang penting agar setiap pihak yang terlibat dapat memahami dan menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Inilah bagian awal yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan Sangiran Masuk Sekolah (SMS) yang direncanakan berlangsung di SMA N 1 Bae Kudus.
Untuk memperlancarkan kegiatan SMS tersebut, BPSMP Sangiran melalui Seksi Pemanfaatan melakukan koordinasi dengan pihak terkait pada tanggal 5-6 Juli 2019. Koordinasi dilakukan dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III yang membawahi Kabupaten Kudus, Pati, dan Rembang dan juga SMA N 1 Bae Kudus.
Koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III dilakukan untuk persiapan pelaksanaan SMS di SMAN 1 Bae. Pada koordinasi ini, tim SMS Kudus ditemui oleh Hariyanto, SE, MM selaku Kasi Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Luar Biasa. “Saya mendukung pelaksanaan kegiatan ini, silahkan saja dilaksanakan dan usul saya, materi yang diajarkan jangan hanya berupa materi dari buku tapi juga di beri variasi seperti pengenalan teknologi pada siswa”.
Hal ini senada dengan yang dilakukan BPSMP Sangiran melalui kegiatan SMS yang mulai memperkenalkan siswa dengan Sangiran memanfaatkan teknologi. “Kami telah memiliki buku tentang Sangiran yang sudah ditanamkan teknologi augmented reality atau disingkat AR. Buku ini menjadi salah satu andalan untuk mengedukasi masyarakat”, ungkap Iwan Setiawan Bimas, S.S. selaku Kasi Pemanfaatan BPSMP Sangiran berpromosi.
Menindaklanjuti koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, dilakukan koordinasi dengan pihak SMA N 1 Bae. Ditemui oleh Drs. Suparman selaku Humas SMA N 1 Bae sekaligus guru sejarah, tim BPSMP Sangiran disambut baik dan pihak sekolah mendukung pelaksanaan SMS. “Saya akan laporkan ini pada pak Kepala Sekolah, kegiatan ini seiring dengan materi pelajaran sejarah yang akan masuk materi Pra Aksara”.

Dalam koordinasi ini, dibicarakan kelas yang akan mendapat materi klasikal yang kemudian akan mendapat materi berupa penayangan film tentang Sangiran, menyaksikan beberapa koleksi yang akan dipamerkan, dan kuis daring yang akan dilaksanakan. “Bagus jika kegiatan seperti ini, sudah beberapa kali saya mengajak anak-anak kelas X ke Museum Sangiran dan ini sebagai pelengkapnya, Sangiran mendatangi kami”, ungkap Suparman.
SMS merupakan sebuah program baru yang dijalankan pada tahun 2019 ini, sebuah program yang berupaya mengedukasi dan mengenalkan siswa terhadap kebesaran bangsanya. Kebesaran itu salah satunya dari Situs Sangiran. (Wiwit Hermanto)