Konservasi Kotak Ekskavasi Museum Klaster Manyarejo

0
2690

Abstrak

Kotak Ekskavasi Manyarejo merupakan salah satu display yang disajikan oleh Museum Klaster Manyarejo bagi pengunjung untuk menampilkan proses penelitian dan ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran maupun instansi yang lain. Seiring berjalannya waktu kotak galian ini mengalami kerusakan. Sebagian besar tanah di dalam kotak galian ditumbuhi semacam tumbuhan kecil (biodeterioration agent) berwama hijau dan putih. Tim konservasi berusaha melakukan konservasi dengan berbagai percobaan bahan konservan. Diantaranya dengan menggunakan herbisida, larutan paraloid dan menggunakan garam. Penggunaan bahan konservan ini dicoba dengan berbagai macam konsentrasi sampai ditemukan konsentrasi optimal dari bahan konservan tersebut untuk membasmi biodeterioration agent. Herbisida jenis Sidafos 480 SL yang dicampur dengan Ally Plus 77 WP dengan perbandingan 50 ml Sidafos 480 SL dilarutkan dalam 300 ml air dan ditambahkan 1,5 sendokAlly Plus 77 WP ternyata memiliki efektifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan larutan paraloid 2 % dan garam. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan mortalitas lumut dari masing-masing area percobaan yang mana penyemprotan dengan Herbisida Sidafos 480 SL dan campuran Ally Plus 77 WP dengan konsentrasi ini menunjukkan mortalitas lumut tertinggi dibanding penyemprotan dengan kedua bahan yang lain.

Kata kunci: biodeterioration agent, herbisida, mortalitas

Abstract

Manyarejo excavation box is one of the displays that presented by Manyarejo Cluster Museum for visitor to show a research and excavation process which are done by Conservation Office of Sangiran Early Man Site or another institution. As time goes by, this excavation box becomes broken. A kind of small green and white greyish plant (biodeterioration agent) grows there. Conservation team tries to conservate it by applying any conservation experimental materials. Some of efforts are using herbicide, paraloid solution and using salt. It is done in several concentrate levels in order to find the optimal concentration level to eradicate biodeterioration agent. The mixture of 50 ml sidafos 480 SL of herbicide, 7,5 gr Ally Plus 77 WP and 300 ml water evidently has higher effectiveness than with paraloid 2% solution and salt. It can be derived from difference of moss mortalities from each experimental area where the mixture of sidafos 480 SLof herbicide and Ally Plus 77 WP in this concentration level shows the highest moss mortality than two other materials.

Keywords: biodeterioration agent, herbicide, mortality

(Nurul Fadlilah, Yudha Herprima I.B., Pipit Puji Lestari)

Selengkapnya silahkan klik disini