Konservasi Fosil (Penanganan Fosil Pasca Konservasi)

0
1295

Setelah fosil selesai dikonservasi, maka saatnya fosil tersebut untuk diinventaris dan kemudian disimpan. Inventarisasi adalah pencatatan benda yang menjadi koleksi BPSMPS. Inventarisasi dilakukan dengan pemberian nomor sesuai kelompok fosil tersebut. Nomor inventaris ini dicantumkan pada label koleksi bersama nomor registrasi atau nomor urut suatu koleksi saat didata sebagai koleksi di BPSMPS. Selain dicantumkan pada label, nomor inventaris juga dicantumkan pada permukaan koleksi dengan cara yang tidak merusak dan bersifat removable jika suatu saat untuk kepentingan ilmiah harus dihilangkan.

Proses selanjutnya adalah seluruh keterangan dari fosil tersebut beserta nomornya dimasukkan kedalam sebuah data base koleksi milik BPSMPS. Database koleksi ini memudahkan kita dalam melacak informasi suatu koleksi melalui kata kunci yang dikehendaki, seperti melalui jenis temuan, nama penemu, asal temuan dsb. Selain data- data seperti; jenis fosil, asal, penemu dan ukuran, juga disertakan foto akhir fosil setelah dikonservasi.

Setelah proses inventarisasi selesai, kemudian fosil disimpan di tempat penyimpanan (storage) dan ditata sesuai lokasi kelompok jenis fosil. Beberapa fosil yang menarik dapat dipajang di ruang display. Ruang penyimpanan maupun penyajian fosil display selalu dijaga kondisi kelembaban dan suhunya supaya tetap stabil yaitu berkisar antara 40% – 60% untuk kelembaban dan 22°-25° C untuk suhu. Guna mengetahui kondisi suhu dan kelembaban setiap ruangan dipasang alat pencatat suhu dan kelembaban atau datalogger. (Marlia Yulianti Rosyidah, Pipit Pujt Lestari, Nurul Fadlilah, Yudha Herprima Istandibrata)

Selengkapnya silahkan klik disini