Kirab Manten

0
1930

Pernikahan merupakan hal yang sangat sakral. Pernikahan diharapkan menjadi peristiwa pertama dan terakhir kalinya bagi pasangan pengantin. Tidak heran karena hal ini pula yang menjadikan upacara pernikahan hingga upacaranya berjalan sangat meriah dan juga penuh hikmad. Prosesi pernikahan sesuai adat yang dipenuhi dengan kentalnya budaya Jawa, salah satunya yaitu kirab manten.

Kirab Manten adalah prosesi yang dilakukan untuk mengantar mempelai dan kedua orang tua mempelai sampai ke pelaminan. Kirab manten ini merupakan salah satu rangkaian upacara pernikahan. Dalam prosesi ini, pengantin dikawal oleh puluhan orang. Seperti yang terdapat dalam gambar itu, mempelai pria membawa beberapa hasil bumi untuk diberikan kepada mempelai wanita. Dalam prosesi kirab manten ternyata terdapat beberapa urutan seperti :

Cucuk lampah

Satrio kembar (2 orang)

Putri domas (4 orang)

Anak patah (92 orang)

Kedua pengantin

Ibu dari kedua pengantin

Ayah dari kedua pengantin

Saudara kandung pengantin wanita

Saudara kandung pengantin pria

Saudara kandung orang tua pengantin wanita

Saudara kandung pengantin pria

Satrio kembar merupakan dua orang laki-laki yang tingginya sama dan belum menikah, putri domas biasanya ada empat orang perempuan yang belum menikah, dan anak patah disini merupakan anak perempuan yang sama tingginya dan berusia sekitar 5-7 tahun. Mereka berjalan sesuai dengan urutan di atas. Dalam prosesinya biasanya putri domas melakukan tabur bunga di sepanjang jalan kirab.

Nah seperti itulah makna dan susunan prosesi kirab manten ini, namun karena perkembangan jaman, mungkin tradisi ini ada sedikit perubahan, seperti busana yang dikenakan pengantin berbeda dan mengikuti perkembangan jaman. Jadi gimana, apakah kalian tertarik untuk mencobanya ? (Nur Rahma Hapsari)