Kajian Koleksi di Museum Purbakala Patiayam

0
781

Museum Purbakala Patiayam memiliki berbagai jenis koleksi yang memerlukan informasi untuk disampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan pengunjung museum pada khususnya. Koleksi yang dimiliki memerlukan berbagai kajian untuk memberikan berbagai dampak dalam menaikkan informasi koleksi bagi pengunjung Museum Patiayam.
Untuk memberikan tambahan informasi koleksi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus sebagai pengelola Museum Purbakala Patiayam bekerjasama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Pada tanggal 3-6 Oktober 2021, selama 3 hari dilaksanakanlah Kajian Koleksi dengan menggunakan metode Significance 2.0.
Pada hari pertama dilakukan pemilihan koleksi yang akan dikaji kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi koleksi yang terpilih untuk dikaji. Koleksi yang dikaji memiliki berbagai informasi yang harus digali melalui informasi tertulis maupun lisan. Terdapat banyak informasi lisan dari sebuah koleksi yang perlu digali dan dicatat untuk kemudian menjadi sumber kajian koleksi.
Informasi lisan terus digali untuk dituliskan sebagai infomasi tertulis sehingga dapat memperkaya informasi koleksi dan juga dapat sebagai dasar penelitian selanjutnya. Pemotretan koleksi dilakukan secara serius agar koleksi dapat memberi efek yang nyata dan mampu sebagai laporan dan juga publikasi ke depannya.
Hari kedua dilakukan pendalaman guna mendapat informasi lebih banyak, berbagai informasi dicatat dari berbagai sumber. Hasil yang didapat adalah pengumpulan informasi lebih banyak yang kemudian dioleh untuk mendapat kesimpulan dari koleksi yang dikaji.
Informasi tertulis digunakan sebagai “pemandu” dalam menggali informasi koleksi yang dikaji, informasi lisan menjadi salah satu informasi yang sangat penting dan mampu menjadi informasi tambahan. Selain itu perlu juga koleksi pembanding agar mampu menggali lebih dalam informasi dari koleksi yang dikaji. Memberi berbagai informasi lebih dalam proses penggalian data agar menjadi lebih memberi informasi dalam koleksi yang dikaji.
Hari ketiga, merupakan hari terakhir dimana dilakukan kegiatan evaluasi dari kegiatan selama 2 hari sebelumnya. Dalam evaluasi tim memberikan gambaran singkat tentang hasil dari kajian koleksi yang dilakukan. Banyak informasi yang selama ini tidak tertulis dan hanya diketahui beberapa orang saja dapat menjadi informasi tertulis dan ke depan dapat sebagai sumber informasi bagi koleksi. Selain itu dapat menjadi sumber penelitian selanjutnya. (Wiwit Hermanto)