Buying Media Televisi Merupakan Salah Satu Mitigasi yang Efektif Dalam Deseminasi Informasi Selama Pandemi Covid 19

0
192

Pandemi Covid 19 memiliki pengaruh yang sangat besar di segala bidang dan kegiatan, tidak terkecuali pada kegiatan deseminasi informasi di Museum Sangiran. Sebagian besar informasi  yang tersampaikan kepada masyarakat adalah melalui kunjungan langsung ke museum. Dengan demikian ketika dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga ditutupnya museum untuk kunjungan, sangat turun secara signifikan serapan informasi yang tersampaikan ke publik. Museum Sangiran sebagai aset negara yang dikelola dengan anggaran yang tidak sedikit tentunya tetap harus mempertimbangkan seberapa besar ROI (Return of Invenstment) atau laba atas investasi. Istilah kata laba didalam hal ini berbeda dengan laba (nominal uang), namun lebih mengandung arti seberapa besar informasi, edukasi, dan hiburan yang diperoleh masyarakat atas usaha museum. Oleh karena itu pada masa pandemi Covid 19 ini dilaksanakan mitigasi pada deseminasi informasi, untuk tetap dijalankan agar masyarakat tidak terkendala dan tetap memperoleh informasi terkait Museum Sangiran.

Museum Sangiran telah berupaya melakukan deseminasi secara aktif di media sosial, antara lain melalui poster, baliho, infografis, instagram, youtube, dan facebook, namun masih belum mampu meningkatkan angka masyarakat yang mengapresiasi secara signifikan. Disamping itu juga dilakukan kunjungan secara virtual (virtual tour) bagi masyarakat, dengan konsep yang interaktif sehingga mampu memberikan informasi yang terbaru terkait Museum dan Situs Sangiran melalui diskusi dan tanya jawab. Diharapkan dengan saluran deseminasi melalui media baru ini akan mengampu kecukupan atas informasi dimasyarakat. Namun demikian dari beberpa metode atau teknik deseminasi informasi yang telah dilaksanakan, ternyata berdasarkan waktu dan capaian pada angka masyarakat yang mendapatkan apresiasi adalah melalui Buying Media (pembelian iklan di media) antara lain mealui televisi, radio, surat kabar, majalah, situs web, aplikasi seluler, dan lain sebagainya.  Diantara media tersebut televisi merupakan salah satu tempat beriklan yang tepat, karena memberikan angka masyarakat yang mengapresiasi cukup besar walaupun dalam jangkauan siar yang sempit.

Sebagai testimoni adalah penyiaran film Animasi Balung Buto dengan durasi 15,9 menit yang disiarkan melalui salah satu televisi swasta dalam negeri, dengan jangkauan siar wilayah Jawa Tengah dan DIY pada pukul 07.30 WIB pada hari Sabtu. Siaran ini dalam 15,9 menit tanpa terpotong iklan komersil telah mendapatkan angka masyarakat yang mengapresiasi sejumlah 8.500 (delapan ribu lima ratus) penonton. Hal ini sesuai dan dibuktikan melalui laporan hasil survei statistik penonton yang diterbitkan oleh televisi swsta tersebut.  Angka yang cukup signifikan bagi sebuah tayangan film dalam waktu yang singkat, dengan konten film pendek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buying media melaui televisi dan konten siaran yang menarik, merupakan dua hal utama yang dapat dikategorikan sebagai model mitigasi deseminasi informasi kepada masyarakat yang efektif dan efesien. (Dodyw)