Bentuk kajian Geo-Arkeoligis: ketika sebuah lokasi yang diduga mengandung cagar budaya akan ditambang (kasus di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal, Jateng)

0
1243
Bentuk kajian Geo-Arkeoligis: ketika sebuah lokasi yang diduga mengandung cagar budaya akan ditambang (kasus di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal, Jateng)

Berkaitan dengan pembangunan jalan tol Tegal – Pemalang yang melintas di area sebelah timur Desa Karangmalang, pengembang membutuhkan material untuk penimbunan lahan jalan tol tersebut. Lokasi yang telah dipilih oleh pengembang sebagai lokasi penambangan material adalah sebuah area perbukitan yang diduga mengandung tinggalan cagar budaya berupa fosil. Area tersebut merupakan milik beberapa orang warga dengan luas kurang lebih 20 ha. Lokasi penambangan ini terletak di sebelah timur Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal di dekat areal milik Perhutani RPH Karangmalang yang merupakan lokasi penemuan fosil-fosil binatang vertebrata darat yang sekarang fosilnya tersimpan di rumah Bambang Lutfianto di Desa Karangmalang.

Oleh karena lokasi penambangan berada di lingkungan lahan yang diduga banyak mengandung fosil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu.  Pada tanggal 11 hingga 20 Mei 2016 telah dilakukan kajian oleh Tim Balai Arkeologi Yogyakarta bekerjasama dengan Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran dengan survei permukaan dan ekskavasi dalam pengumpulan datanya.

Survei permukaan dilakukan untuk mengetahui jenis lapisan tanah, usia lapisan tanah, bagaimana proses geologis masa lampau di lokasi. Selanjutnya dipilih lokasi yang mewakili jenis lapisan tanah sebagi lokasi penggalian (ekskavasi) untuk mengetahui dan memastikan lapisan tanah didalamnya.

Ekskavasi dilakukan dengan membuat lima kotak uji (test pit). Empat kotak uji dikerjakan secara manual sesuai dengan metode ekskavasi arkeologi dan satu kotak uji dikerjakan dengan menggunakan alat berat (ekskavator).

Studi teknis Geologis dan Arkeologis ini dilakukan untuk mengetahui jenis lapisan tanah dan potensi kandungan cagar budaya didalamnya. Studi teknis ini akan menghasilkan rekomendasi yang terkait dengan teknis pelaksanaan penambangan. Apabila potensi cagar budaya dilokasi sangat tinggi, maka kegiatan penambangan tidak boleh dilakukan. Tetapi apabila dilokasi tidak berpotensi mengandung cagar budaya, maka kegiatan penambangan boleh dilaksanakan. Dan apabila lokasi tersebut mengandung cagar budaya pada lapisan tanah tertentu, maka tentunya akan dilahirkan sebuah solusi.

Hasil hasil kajian ini menunjukkan lapisan tanah lapisan tanah di area yang akan ditambang mengandung fosil cangkang kerang berusia Pliosen Tengah hingga Akhir berumur sekitar 2,6 juta tahun, dikenal sebagai anggota Formasi Tapak. Walaupun berusia lebih tua dibandingkan sejarah peradaban manuisa (Plestosen), namun lapisan ini penting untuk mejelaskan sejarah pembentukan lingkungan yang dikaitkan dengan Situs Semedo. Hasil kajian telah disebar ke pihak-pihak yang berkepentingan untuk bahan penentuan kebijakan rencana penambangan tersebut.

Kasus ini merupakan salah satu contoh kasus yang jarang dijumpai dan dapat dijadikan sebuah percontohan penanganan kasus-kasus serupa. Sebuah hal yang pasti adalah menurunkan tim pengawas cagar budaya pada saat pelaksanaan kegiatan penambangan nantinya yang terdiri dari geolog dan arkeolog.

Bentuk kajian Geo-Arkeoligis: ketika sebuah lokasi yang diduga mengandung cagar budaya akan ditambang (kasus di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal, Jateng)
Bentuk kajian Geo-Arkeoligis: ketika sebuah lokasi yang diduga mengandung cagar budaya akan ditambang (kasus di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal, Jateng)
TP 1 KRM 2016, digali menggunakan ekskavator untuk menampakkan lapisan tanah Salah satu bentuk kooperatif antara berbagai kepentingan (Doc. Ilham BPSMP Sangiran)
TP 1 KRM 2016, digali menggunakan ekskavator untuk menampakkan lapisan tanah Salah satu bentuk kooperatif antara berbagai kepentingan (Doc. Ilham BPSMP Sangiran)
TP 2 KRM 2016, salah satu diantara 5 kotak uji (Doc. Ilham BPSMP Sangiran)
TP 2 KRM 2016, salah satu diantara 5 kotak uji (Doc. Ilham BPSMP Sangiran)
Peta geologi lokasi rencana tambang galian C di Desa Karangmalang, warna kuning adalah Formasi Tapak (dibuat oleh Tim Balar Yogyakarta)
Peta geologi lokasi rencana tambang galian C di Desa Karangmalang, warna kuning adalah Formasi Tapak (dibuat oleh Tim Balar Yogyakarta)

TINGGALKAN KOMENTAR