Pergelaran Wayang Kedu – Festival Sindoro Sumbing – Platform Indonesiana 2021

0
256
wayang kedu

BPNB DIY, Oktober 2021 – Kanca Budaya sedaya, di hari Rabu 27 Oktober 2021 kemarin, telah dilaksanakan “Pergelaran Wayang Kedu” dengan lakon “Sang Dewi Sri” di Gedung Sasana Adipura, Kabupaten Wonosobo. Acara dimulai pada sekitar pukul 20.00 WIB. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara luring dengan tamu undangan terbatas, dan disiarkan langsung daring melalui kanal Youtube Official Wonosobo WEB TV dan Temanggung TV LIVE. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari Platform Indonesiana, sebuah bentuk kerja bersama dari Kemendikbudristek, Ditjen Kebudayaan, BPNB DIY, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung, serta para seniman maupun komunitas yang ada di dua wilayah tersebut. Peserta yang hadir merupakan undangan terbatas (dengan prokes Covid-19), yang terdiri dari jajaran instansi/dinas terkait.

Di awal perhelatan, kegiatan dibuka oleh sajian tari dari daerah Temanggung yaitu “Kuda Rinengga”, di mana tarian ini bersumber dari kesenian Jaran Kepang yang tumbuh subur di daerah temanggung, yang kemudian dalam perkembangannya telah melakukan inovasi, namun tetap tidak menghilangkan jati dirinya. Selanjutnya acara diisi dengan laporan dari Kepala Disparbud Wonosobo (Agus Wibowo, S.Sos.), kemudian berturut-turut sambutan dari yang mewakili Bupati Temanggung (Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, Pendidikan & Kebudayaan; Tri Rahardjo, S.IP., M.Si.); Bupati Wonosobo (H. Afif Nurhidayat, S.Ag.); dan Kepala BPNB DIY (Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum.).

Dalam sambutannya, Tri Rahardjo menyampaikan pesan setelah bertemu dengan Mas Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, yaitu adalah di mana ketika ada potensi kita harus bergerak cepat, kemudian gerak bersama seperti pada kegiatan ini, dan terakhir, gagasan harus segera dilaksanakan. Menyambung apa yang sebelumnya disampaikan, Bupati Wonosobo sangat berharap kepada seluruh pihak, agar upaya pelestarian wayang kedu agar tidak berhenti hanya di pementasan kali ini, beliau mengajak untuk mengupayakan pelestarian wayang kedu dengan sosialisasi dan edukasi melalui media kekinian, agar dapat menjangkau sekaligus memberikan pendidikan pada generasi muda. Kemudian pada sambutan terakhir, Kepala BPNB DIY berujar bahwa Pemajuan Kebudayaan, di mana di dalamnya terdapat aspek pengembangan, pelindungan, serta pemanfaatan, harus dilakukan dengan gotong-royong, utamanya untuk memberi ruang praktek dan ekspresi dalam berkesenian bagi para pelaku seni.

Sebagai penanda akan dipentaskan Pergelaran Wayang Kedu, secara simbolis Kepala BPNB DIY didampingi Bupati Wonosob, Kepala Disparbud Wonosobo dan Temanggung, menyerahkan tokoh wayang “Dewi Sri” kepada Ki Gunawan Purwoko, S.Sn. (Temanggung) dan Ki Agus Suprastya, S.Sn. (Wonosobo). Acara kemudian dilanjutkan dengan sajian tari dari Kabupaten Wonosobo, yaitu “Tari Topeng Lengger Sontoloyo”, di mana tari ini berorientasi pada bentuk tari wanasaban, dengan kekhasan bentuk topeng sontoloyo, yang menyerupai topi pet Belanda pada jaman dahulu, dan kemudian berlanjut ke acara puncak yaitu Pergelaran Wayang Kedu dengan lakon Dewi Sri”.