“Nasi Gandul Kabupaten Pati”: Kuliner Tradisional dalam Bidikan Rekaman Lensa

0
34
Nasi Gandul

BPNB DIY melakukan perekaman WBTB Nasi Gandul Kabupaten Pati untuk media diseminasi tahun 2017. Kuliner tersebut merupakan salah satu kuliner yang khas dan menjadi warisan budaya Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Kabupaten Pati berada di Propinsi Jawa Tengah, terkenal dengan slogannya “Pati Bumi Mina Tani” dan lambang daerah berupa “Keris Rambut Pinutung dan Kuluk Kanigara”. Slogan tersebut menggambarkan mayoritas penduduknya yang bekerja di bidang pertanian, sedangkan lambang daerahnya melambangkan kejayaan dan keutuhan daerah Pati. Kabupaten Pati terletak di pinggir pantai utara bagian timur Provinsi Jawa Tengah. Berbatasan dengan Laut Jawa di bagian Utara, Kabupaten Rembang di bagian Timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di bagian Selatan serta Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di bagian Barat.
Pati memiliki kuliner tradisional yang melegenda yaitu Nasi Gandul. Sebuah kuliner kaya akan citarasa kaya rempah khas Nusantara. Nasi Gandul atau Sego Gandul merupakan hidangan berupa nasi putih dengan irisan lauk empal atau daging sapi bumbu bacem, dapat dilengkapi pula dengan irisan jeroan maupun babat yang disiram kuah berempah di atasnya. Cara penyajiannya cukup unik yaitu dengan dipincuk daun pisang atau diletakkan di atas piring yang diberi alas daun pisang dan dimakan menggunakan suru, yaitu sendok yang dibuat dari daun pisang yang dipotong memanjang selebar sendok makan dan dilipat dua.Konon penamaan Nasi Gandul berasal dari konsumen. Dahulu, sang penjual menjajakan dagangannya menggunakan pikulan yang berisi dua kuali. Kuali tersebut digunakan sebagai tempat kuah di satu sisi dan bakul tempat nasi serta peralatan makan di sisi yang lain. Pikulan tersebut dibawa berkeliling oleh sang penjual dengan berjalan kaki. Saat dipikul sambil berjalan, pikulan tersebut tampak bergerak naik turun seirama dengan gerakan penjualnya dan bakul tempat nasi serta kuali kuah berada di posisi menggantung. Oleh karena itu konsumen menyebutnya Nasi Gandul (Gantung).

Bahan Nasi Gandul

Nasi Gandul ditemukan dan dipopulerkan oleh Pak Meled yang berasal dari Desa Gajahmati pada tahun 1955. Dan pada saat ini, desa Gajahmati menjadi pusat Nasi Gandul yang berada di Pati. Setelah Pak Meled wafat pada tahun 2002, usaha beliau diteruskan oleh Pak Sutopo, menantu dan cucunya. Kini penjual nasi gandul yang tersebar di Kabupaten Pati bukan hanya berasal dari keturunan Pak Meled saja. Ada beberapa warung Nasi Gandul yang terkenal, diantaranya adalah Nasi Gandul Pak Bakri dan Nasi Gandul Romantis Haji Sardi. Dalam sehari warung Nasi Gandul Romantis Haji Sardi menghabiskan 20 kilogram daging sapi. Seporsi nasi gandul dihargai sekitar 15 ribu rupiah. Haji Sardi berharap usahanya ini bisa dilanjutkan oleh anak cucunya.
Penikmat nasi Gandul masih banyak jumlahnya hingga saat ini. Tidak ada banyak perbedaan yang berarti antara nasi gandul dahulu dan sekarang. Hanya saja lauk yang digunakan sebagai pendamping sudah semakin banyak variasinya. Perbedaan lain hanya pada tempat memasaknya. Dahulu penjual memasak menggunakan kuali tanah liat, namun sekarang sudah banyak yang mengganti menggunakan kuali alumunium. Dan bila dahulu konsumen makan menggunakan suru, sekarang sudah menggunakan sendok biasa.

Bahan Nasi Gandul

Bahan yang digunakan untuk membuat nasi gandul relatif murah dan mudah didapat di pasar-pasar tradisional, antara lain lengkuas, jahe, kencur, kemiri, biji pala, merica, ketumbar, kayu manis, jinten, bawang merah, bawang putih, cabe merah besar, terasi, gula merah, garam, dan santan kelapa. Kelapa yang dipilih biasanya kelapa yang sudah tua. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bacem daging sapi adalah bawang putih, lengkuas, ketumbar, garam, gula merah, santan kelapa dan daun jeruk. Bagian sapi yang digunakan biasanya daging untuk empal, hati, paru, usus, babat, lidah dan kikil sapi. Nasi Gandul dengan citarasanya yang gurih dan pedas, menambah panjang daftar khazanah kuliner nusantara. Menjadi bagian dalam memperkaya keanekaragaman budaya nusantara. Di sisi lain, dengan kemajuan teknologi, di mana informasi mudah diakses, promosi Nasi Gandul dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui jejaring internet. Dengan demikian dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pati. Keunikan masakan Pati yang satu ini, menciptakan peluang untuk membuka lapangan kerja baru yang sangat menguntungkan di bidang perekonomian. Untuk bisa mengakses hasil perekaman film mengenai Nasi Gandul Kabupaten Pati lebih lengkap, silahkan berkunjung ke BPNB DIY.

Kontributor: Subiyantoro