Malam Penganugerahan Festival Film Pendek Dokumenter 2017

0
891

Yogyakarta, 16 Agustus 2017. BPNB DIY menggelar perhelatan malam penganugerahan festival film pendek dokumenter yang diselenggarakan pada hari selasa, 15 Agustus 2017. Festival yang mengusung tema nasionalisme dalam bingkai sejarah dan budaya ini berlangsung di pendapa jayadipuran. Acara ini dibuka oleh kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga provinsi D.I. Yogyakarta, Drs. R K. Aji Baskoro. Beliau memberikan semangat kepada siswa-siswi SMA/SMK/ MA dan sederajat untuk terus menuangkan ide kreativitas dalam bentuk film. Beliau juga berharap agar sekolah-sekolah di DIY bisa mengembangkan ekstra kulikuler perfilman sebagai wadah bagi para siswa untuk berinovasi dan berkreasi dengan film, sehingga bisa menjadi ajang untuk saling bertukar ide. Malam penganugerahan Festival Film Pendek Dokumenter 2017 juga dibuka dengan Tari Ramadayapati persembahan Anterdance yang mengisahkan tentang kepahlawanan anoman.
Festival film yang diadakan BPNB DIY diikuti oleh 38 peserta dengan 22 karya film yang berhasil dibuat. Karya film tersebut kemudian melalui tahap penjurian yang dieselenggarakan tanggal 3-4 Agustus 2017. Penjurian kemudian menghasilkan 10 Nominasi karya film terbaik. Adapun 10 Nominasi hasil karya film terbaik antara lain sebagai berikut.
– Juara 1, “Ki Hilmy Dalang Cilik Pewaris Tradisi” hasil karya STESA Production (SMAN 1 Temon)
– Juara 2, “Anak Pingit Punya Cerita” hasil karya Cinematography Smadaba (SMAN 2 Bantul)
– Juara 3, “Paes Ageng Kanigaran” hasil karya Ke-He Production (SMKN 1 Godean)
– Juara Harapan 1, “Sekar Amurwabumi” hasil karya Pandawa Production (SMKN 2 Wonosari)
– Juara Harapan 2, “Waranggana” hasil karya S&D Production (SMAN 2 Yogyakarta)
– Juara Harapan 3, “Nguri uri Budoyo ing Jaman Edan” hasil karya Mache Channel (SMAN 5 Yogyakarta)
– Nominasi Terbaik 7, “Martinus Miroto Niatingsun” hasil karya (SMKN 1 Godean)
– Nominasi Terbaik 8, “Nasionalisme Penggiat Tari Angguk” hasil karya Stesa Picture (SMAN 1 Temon)
– Nominasi Terbaik 9, “Jendela Budaya ‘Tari Golek Menak’” hasil karya Hitam Biru Crew (SMKN 1 Godean)
– Nominasi Terbaik 10, “Talentaku lestarikan budayaku” hasil karya Tiang Alit Production (SMKN 5 Yogyakarta)
Kemeriahan festival mencapai puncaknya saat urutan nominasi dibacakan. Hasil karya film tersebut akan digunakan sebagai media pembelajaran dan diseminasi masyarakat secara luas. Selain itu, karya film tersebut juga bisa memicu diskusi yang positif guna pelestarian sejarah dan nilai budaya.