Kearifan Lokal Orang Madura Tentang Jamu Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak

0
12397
Buku Kearifan Lokal Orang Madura Tentang Jamu Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak

Kearifan Lokal Orang Madura Tentang Jamu Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak

Oleh :

Drs. Mudjijono, M.Hum.

Dra. Isni Herawati

Dra. Siti Munawaroh

Drs. Sukari

 

Saat ini pengobatan modern sudah maju pesat, oleh karenanya di berbagai daerah selalu ada rumah sakit atau praktek dokter perseorangan atau klinik. Walaupun demikian masih ada pula pengobtan tradisional yang dipilih oleh penduduk untuk menjaga kesehatan atau mengobati suatu penyakit, diantaranya dengan mengonsumsi jamu. Masyarakat Madura sampai saat inipun sebagian besar masih mengonsumsi jamu. Jamu atau obat tradisional yang dikonsumsi atau diminum ini bahan-bahannya menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan baik berupa daun, batang, buah, biji, maupun akar yang berkhasiat obat secara turun temurun. Pengetahuan tentang pemakaian tumbuhan yang berkhasiat obat tersebutnmerupakan tradisi turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kondisi itu terlihat setiap hari cukup banyak penjual jamu yang menjajakan dagangannya, baik berjalan kaki, naik kendaraan bermotor, maupun di kios atau toko yang berjualan jamu. Selain itu, juga terdapat beberapa perusahaan jamu yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, misalnya Perusahaan jamu Asli Keraton Bangkalan Madura “Payung Emas Siti Fatma” mulai membuat jamu sejak tahun 1908. Ramuan asli Keraton Bangkalan Madura “Payung Emas Siti Fatma” merupakan ramuan turun temurun dengan menggunakan bahan ramuan alami yang terkandung di bumi pertiwi dengan proses pembuatannya secara tradisional tanpa bahan pengawet. Kemudian, jamu “Asli Madura Ribkah Maryam Jokotole”. Peracik atau pembuat jamu tradisional yang berada di Kabupaten Sampang cukup banyak, seperti di Kecamatan Sampang, Kalurahan Rongtengah ada dua kawasan industri jamu unggulan, yakni di Jl. Pahlawan yang diberi nama kelompok Jamu Putri Pahlawan dengan anggota sebanyak 20 orang, dan di Jl. Mutiara dengan nama kelompok Jamu Putri Mutiara dengan anggota sebanyak 9 orang semuanya dari masyarakat Sampang. Di wilayah Kabupaten Pamekasan dapat dijumpai perusahaan jamu tradisional Madura, yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya di Kampung Arab, Begandan, Kauman, dan Pademawu. sedangkan di wilayah Kabupaten Sumenep daerah yang merupakan penghasil jamu taerdapat di wilayah Kelurahan Bangselok Kecamatan Kota Sumenep, bahkan terdapat hunian para pedagang jamu.

Pulau Madura yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep dapat dijumpai petani yang menanam tanaman bahan untuk jamu misalnya jahe, cabai jamu, kunyit, atau lada. Penjual bahan jamu juga dapat ditemukan dan sentra pembuatan jamu atau penduduk yang membuat jamu. Berbeda dengan di daerah lain, para penjual bahan jamu di Madura relatif banyak bahan dagangannya. Umumnya kalau menjual jamu hanya sekitar setengah atau satu kilo menyediakan kencur, jahe, atau kunyit. Akan tetapi kalau di Madura pedagang rata-rata menyediakan dagangannya dapat mencapai puluhan kilo untuk setiap jenisnya. Para penanam tanaman untuk jamu biasanya menanam di beberapa lahan, satu lahan untuk cabai jamu, lahan lain untuk menanam jahe, kemudian kunyit juga di tempat yang lainnya. Apabila kita melakukan perjalanan dari Bangkalan ke Sampang, Pamekasan, dan Sumenep acapkali terlihat beberapa bidang tegalan yang dipagar dengan pohon kelor atau tanaman lain. Jika diperhatikan tanaman itu adalah tanaman untuk membuat jamu. Penanam tanaman jamu yang masih muda usianya biasanya melanjutkan tanaman milik orang tuanya, sedangkan orang tua yang sudah lama menanam tanaman untuk bahan jamu biasanya selalu meneruskan lahannnya untuk ditanami jamu. Seorang pengusaha jamu yang tinggal di Kelurahan Kebundadap bahkan sampai menyewa lahan untuk menanam tanaman jamu. Sistem sewa lahan untuk menanam bahan tersebut dirasa lebih banyak menguntungkan. Tanaman sebagai bahan jamu seperti jahe (Zingiber Offinate) Madura: jehe, kunci (Kaempferia) Madura: konceh, kunyit (Curcuma Domestica) Madura: konyek, lengkuas (Alpinia Galanga) Madura: laos, temu hitam (Curcuma Euraginisa) Madura: temo-ereng, sirih (Piper Betle) Madura: suruh, lempuyang (Zingi Arromaticum) Madura: lempoyang, cabe jamu (Piper Retrofractum), pinang (Areca Catheche Linn) Madura: penang/jambeh, asam (Tamirindus) Madura: accem, lidah buaya (Aloe Ferox) Madura: Jila bajah dan sejenisnya banyak dijumpai di wilayah Pamekasan dan tersebar di desa-desa. Bahan jamu tersebut kebanyakan ditanam di daerah /pegunungan seperti di daerah Pegantenan, Palengan, Kadur, Larangan, dan Waru.

Penjual bahan jamu di wilayah Madura biasanya berada di kios atau di pasar. Penyedia bahan baku jamu yang ada di toko antara lain di Bangkalan yaitu “Toko Restu” dan “Sumber Waras” di kampung Pecinan Jalan Panglima Sudirman Bangkalan. Kedua toko ini membeli (kulakan) bahan jamu dari Surabaya. sedangkan yang ada di pasar, mereka menggelar dagangannya di atas tanah, antara lain jahe, kencur, kunyit, temu ireng dan temulawak. Para pembuat jamu di Madura ada yang memenuhi kebutuhan bahan dasarnya dengan cara membeli di pasar, ada yang membeli di luar Madura, seperti di Surabaya. Ada yang beralasan membeli di Surabaya bahan yang didapat lebih bersih dan besar-besar, selain lebih praktis karena tinggal tilpun barang akan dikirim.

Konsumen jamu di Madura ada yang beranggapan kalau mengharapkan tubuh kita sehat, maka lebih baik dengan menjaga stamina kesehatannya antara lain dengan rutin meminum jamu. Oleh karenanya jamu sehat lelaki dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda banyak dikonsumsi oleh masyarakat di sana. Sebutan Makjun bagi para pekerja keras yang menggunakan stamina seperti sopir, tukang becak, atau kuli merupakan nama familiar bagi mereka karena setiap hari mereka meminumnya. Sebutan sehat lelaki akan ditemui di daerah lain walaupun sebenarnya kegunaan jamu tersebut sama. Minum jamu bisa untuk pengobatan gejala penyakit yang berkaitan dengan kesehatan wanita. Selain itu, minum jamu untuk menjaga kesehatan badan, agar tubuh tetap sehat dan tidak mudah capek. Kesehatan yang terjaga bisa melakukan kegiatan apa saja, seperti mencari nafkah, mengurus anak-anak maupun suami (keharmonisan dalam keluarga). Minum jamu secara rutin memang terasa beda, badan terasa entheng, segar, dan tidak malas untuk bekerja.

Walaupun jamu yang diproduksi di Madura jenisnya banyak, namun penekanan dalam penelitian ini pada jamu untuk menjaga kesehatan dan mengobati kesehatan ibu dan anak. Ada berbagai jenis jamu untuk ibu, di masing-masing daerah di Madura hampir sama, seperti sari rapet, wejahan, sinom, dan macan kera. Kemudian, produk jamu Madura lain yang dihasilkan antara lain tongkat madura, empot-empot, galian singset, jamu kecantikan, jamu penyubur, cebokan, galian montok, serbuk wasiat untuk wanita, jamu melancarkan asi, bedak dingin, bedak segar. Berbagai produk ramuan jamu yang telah dihasilkan tersebut, yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah jenis jamu yang berkaitan dengan kesehatan perempuan, seperti jamu empot-empot, tongkat Madura, galian rapet wangi, galian singset, lulur rempah, galian montok maupun bedak dingin.

Jamu Sinom atau jamu segeran yaitu ramuan temu koneng/kunir, daun asem atau buah asem, dan gula, berkhasiat untuk sakit perut, melancarkan datang bulan, meredakan panas dalam, dan dapat dijadikan juga sebagai minuman harian. Jamu tersebut bisa diminum laki-laki maupun perempuan, baik untuk anak-anak, remaja, orangtua, dan usia lansia. Jamu untuk anak-anak seperti kurang nafsu makan, menghangatkan badan, perut kembung, mencret, batuk pilek, dan cacingan. Bahan yang digunakan temu koneng/kunir, jhai, kencur, temu labak, temu oreng, lempuyang, sambiloto, daun pepaya, kapulaga, adas, inggu, brotowali, gula jawa atau madu. Kemudian jamu selokarang dapat digunakan untuk anak-anak dengan dosis yang lebih sedikit. Jika untuk orang dewasa meminum sebnyak satu sendok makan, namun jika untuk anak-ank cukup satu sendok teh dengan dicampur , adu. Jamu ini dapat dipergunakan untuk menjaga kesehatan anak, menghilangkan pilek, batuk, atau demam.

Jamu Madura mempunyai prospek yang bagus, mengingat semakin banyak orang mengenal dan mengkonsumsinya. Pemasarannya tidak hanya di daerah saja namun sudah sampai mancanegara. Misalnya, berkat kegigihan dan ketekunannya dalam menggeluti jamu tradisional karya adiluhung warisan budaya nenek moyang. Ibu Hj. Hayati telah berkeliling ke pelbagai daerah sambil memperkenalkan jamu Madura. Bahkan dalam segi pemasaran, tidak hanya merambah pasar dalam negeri saja, tetapi kini juga telah mampu merambah pasar Singapore dan Jerman. Selain itu, Surabaya, Bandung, Balik Papan, Batam, dan Jakarta 1 bulan sekali minta kiriman jamu Madura. Pemasaran di Jakartapun sudah ada yaitu di Jakarta Pusat.

Para pelibat produksi Jamu Madura mulai dari petani penanam tanaman untuk bahan jamu, penjual bahan jamu, pembuat jamu, dan konsumen jamu kesemuanya mempunyai pemahaman tentang Jamu Madura. Oleh karena itu mereka sampai saat ini masih melibatkan diri dalam aktivitas terkait dengan jamu. Para petani jamu mempunyai pemikiran dan langkah sendiri sehingga tetap menanam tanaman untuk bahan membuat jamu. Mereka menanam per blok untuk setiap jenis tanaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan penanaman, perawatan, dan pengambilan hasil. Mereka menanam tanaman bahan jamu selain mempunyai hasil juga memahami kalau bahan-bahan jamu yang ditanamnya dibutuhkan oleh para pedagang bahan, pembuat, dan konsumen jamu.

Demikian juga para penjual bahan untuk membuat jamu mempunyai pemikiran kalau konsumen bahan jamu banyak dibutuhkan oleh orang Madura. Setiap hari para pemilik hewan karapan selalu bergantian membeli bahan jamu. Para pembuat jamupun ada yang membeli bahan dasar jamu di pasar atau tempat penjualan bahan lainnya. Mereka mendapat bahan dagangan dari petani langsung yang menjual kepadanya, atau kadang membeli dalam partai besar ke Surabaya.

Berdasarkan penggetahuan, pemahaman dan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa orang Madura pada umumnya masih mempertahankan salah satu kearifan lokal yang dimikinya yiatu dengan pengobatan alternatif meminum jamu ramuan Madura. Pengetahuan mengenai manfaat dan khasiat jamu ramuan Madura dari turun temurun nenek moyang mereka. Kepercayaan masyarakat Madura mengenai manfaat dan khasiat jamu ramuan Madura tidak lepas dari sejarah dan adat istiadat perilaku kehidupan keraton di Madura sebagai awal pengetahuan pembuat obat tradisional hingga sampai saat ini masih dipertahankan. Pengobatan tradisonal dengan minum jamu ramuan Madura tidak hanya untuk mengobati penyakit, tetapi untuk perawatan terutama kaum perempuan dan untuk menjaga kesehatan. Penggunaan jamu tradisional sebagai upaya alternatif telah dilakukan sebagian masyarakat yang mempunyai kepercayaan tentang manfaat dan khasiat jamu ramuan Madura untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Pengobatan secara tradisional atau minum jamu baik untuk pengobatan penyakit maupun untuk menjaga kesehatan khususnya ibu dan anak dengan pertimbangan harga obat modern saat ini relatif lebih mahal, sementara dilingkungan sekitar dengan tumbuhan obat berkhasiat mudah didapatkan. Di samping itu, tidak mengandung efek samping yang membahayakan kesehatan.

Selengkapnya: Kearifan Lokal Orang Madura Tentang Jamu Untuk Kesehatan Ibu Dan Anak, Oleh: Drs. Mudjijono, M.Hum., dkk., Cetakan I, (x + 146 hlm; 17 x 24 cm), Diterbitkan Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta, Tahun 2014.

unduh buku digital