Geliat Remaja Zaman Now Mencintai Jejak-Jejak Zaman Old (2)

Lawatan Sejarah Daerah (DIY, Jateng, Jatim) BPNB DIY di Lamongan dan Tuban Jatim, 27-30 Maret 2018

0
581
remaja zaman now cinta sejarah

“Sejarah sebagai Penguat Ingatan Kolektif dalam Pendidikan Karakter”

Setelah malam sebelumnya diskusi dan debat dilakukan dengan begitu riuh dan seru oleh para peserta yang masuk pada generasi remaja zaman now, pada pagi hari ketiga rangkaian kegiatan Laseda BPNB 2018, kamis tanggal 29 Maret 2018 dilanjutkan dengan lawatan ke Kompleks Makam dan Masjid Sunan Sendang Duwur, Kompleks Makam dan Museum Sunan Drajat, serta Kompleks Makam dan Masjid Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi. Setelah persiapan dan sarapan pagi selesai, rombongan menuju tujuan lokasi lawatan yang berada di dua kota, yaitu Tuban dan Lamongan.

remaja zaman now cinta sejarah-2
peserta lawatan berfoto bersama di lokasi lawatan hari kedua
remaja zaman now cinta sejarah-2
Makam Sunan Drajat

Sama seperti hari sebelumnya, adik-adik peserta laseda terlihat begitu antusias dan bersemangat saat berkunjung dan mendengarkan penjelasan dari narasumber. Sesekali mereka saling bercanda dengan sesama peserta, ada yang ber-selfie ria dan ada pula yang menggoda teman dengan maksud canda, ciri khas romantika para remaja. Dinamika yang bersahabat seperti ini memang juga tujuan dari BPNB DIY. Pengaturan dilakukan mulai dari teman sekamar dalam penginapan, kelompok pada saat diskusi, hingga penumpang pada bis. Hal ini dilakukan agar para peserta dapat bersosialisasi dan berbaur dengan baik, walau latar belakang yang dimiliki tiap peserta, baik asal daerah maupun lainnya aberbeda-berbeda.

Pada lawatan yang dilakukan pada lokasi-lokasi di hari kedua, pada tiap tempat secara garis besar menggambarkan adanya akulturasi budaya. Di mana para pendahulu, yang secara khusus adalah para tokoh penyebar Agama Islam, dalam pelaksanaan penyebarannya menggunakan pendekatan budaya, bukan dengan paksaan, kekerasan, maupun hal tidak baik lainnya. Penerimaan masyarakat saat itu pun dapat dikatakan dapat secara perlahan menerima dan menjalankannya tanpa ada konflik yang berarti. Hal ini menggambarkan bahwa pada masa lalu, masyarakat kita telah memiliki adab yang luhur, budaya/kearifan lokal yang baik tetap dilanjutkan dan yang tidak ditinggalkan. Sehingga dapat ditarik sebuah nilai luhur, bahwa dalam beragama tetap dapat menghargai kebudayaan yang ada selama selaras atau tidak bertentangan dengan ajaran agama.

remaja zaman now cinta sejarah-3
presentasi dilakukan oleh peserta
remaja zaman now cinta sejarah-3
suasana saat presentasi berlangsung

Malam hari setelah acara lawatan selesai dilakukan, para peserta melakukan diskusi dan presentasi. Mereka mempresentasikan apa saja yang mereka dapat pada saat lawatan dilakukan. Presentasi harus dilakukan secara visual, dapat berupa gambar, video, maupun penampilan dalam sebuah peran. Hasil presentasi, diskusi, beberapa tes, serta keaktifan saat dinamika kelompok maupun selama acara berlangsung nantinya akan dinilai, untuk kemudian didapatkan peserta terbaik pada masing-masing perwakilan daerah.

 

 

Lestari Budayaku Lestari Negeriku
_Salam Budaya_

foto : Jon A; kontributor : RP
(bpw)