Bioskop Keliling BPNB DIY di Kegiatan Perkemahan Bakti Saka Pariwisata 2018

di Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi, Kabupaten Sleman

0
1085
Bioskop Keliling BPNB DIY

Sleman, BPNB DIY 2018 – Jumat malam 20 April 2018 diadakan pemutaran film bioskop keliling (bioling) yang bertempat di Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi, Kabupaten Sleman. Walau hujan deras sempat terjadi, tidak menyurutkan antusias dan semangat para remaja peserta kegiatan “Perkemahan Bakti Saka Pariwisata 2018, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, untuk menyaksikan pemutaran bioling. Pembukaan di awali oleh sambutan dari perwakilan Saka Pariwisata, Kak Dias Oktri Raka Setiadi, dilanjutkan dengan sambutan dari Kasubbag TU BPNB DIY.

Saat memberikan sambutan, Kak Dias memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) D.I. Yogyakarta karena telah memfasilitasi pemutaran film bioling yang menjadi salah satu acara dalam kegiatan perkemahan ini, serta mengatakan bahwa seiring laju perkembangan zaman, sudah semestinya acara-acara yang memberikan pemahaman nilai berkarakter dan bernilai budaya seperti ini dilaksanakan dan didukung penuh oleh Pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Sementara itu dalam sambutannya, Kepala sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) BPNB D.I. Yogyakarta Dra. Siti rohyani, M.Hum yang mewakili Kepala, juga mengatakan hal yang sejalan, bahwa untuk tetap melestarikan nilai-nilai budaya yang baik dari para leluhur kita, BPNB D.I. Yogyakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya juga turut bekerja sama dengan berbagai pihak agar generasi muda memiliki karakter yang berbudi pekerti luhur dan turut menjaga serta melestarikan tradisi dan budaya luhur pendahulu kita, dan hal ini pun juga turut diwujudkan pada kegiatan ini, yang salah satu acaranya adalah memberikan kesempatan kepada para peserta kemah untuk menampilkan kreativitasnya dalam berseni di acara pentas seni pada kegiatan Perkemahan Bakti Saka Pariwisata 2018.

Film yang diputar pada kesempatan ini adalah “Penjuru 5 Santri” yang sarat nilai moral dan karakter yang membangun. Sopan santun, budi pekerti luhur, berbudaya dan berkarakter baik, di mana hal tersebut juga didasari dengan landasan agama yang kuat dan baik, adalah sebagian besar dari bait-bait cerita yang digambarkan pada film ini. Film-film bernilai moral seperti ini ada baiknya bila makin sering diproduksi dan disebar luaskan semaksimal dan seluas mungkin, baik kepada generasi muda maupun kepada masyarakat umum, agar sebuah tontonan dapat menjadi tuntunan, dari apa yang digambarkan pada sebuah film, tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga berorientasi untuk memberikan edukasi karakter yang berkualitas dan membangun hal positif bagi penontonnya. Sudah seharusnya seluruh pihak bersama-sama untuk membangun bangsa dan negeri ini tanpa membeda-bedakan latar belakang yang dimiliki, bukan malah sebaliknya, seperti ucapan Kiai Landung (D. Zawawi Imron) yang menjadi inti cerita pada film yang diputar kali ini, “gunakanlah tanganmu untuk merangkul, tidak untuk memukul..”.

Lestari Budayaku Lestari Negeriku,
Salam Budaya.

 

(bpw)