Akulturasi Lintas Zaman di Lasem: Perspektif Sejarah dan Budaya (Kurun Niaga- Sekarang)

0
2465
Akulturasi Lintas Zaman di Lasem: Perspektif Sejarah dan Budaya (Kurun Niaga- Sekarang)

Penulis: Dwi Ratna Nurhajarini, Ernawati Purwaningsih, Indra Fibiona

Penelitian ini mengkaji tentang akulturasi yang terjadi di Lasem dalam prespektif sejarah dan budaya. Lasem merupakan sebuah kota pesisir yang pemah berkembang sebagai pelabuhan dagang. Lasem sejak lama telah menjadi daerah yang multikultur dan membentuk masyarakat sekarang yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan pluralisme. Interaksi antara warga Tionghoa, Arab dan Jawa sudah terjalin cukup lama di tanah Jawa. Hubungan itu berjalan secara dinamis. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses akulturasi kebudayaan yang terjadi di Lasem hingga bisa membentuk konfigurasi budaya serta bisa terjaga keharmonisannya hingga saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi terjadi dalam hal bahasa, arsitektur, batik, tradisi/ritual. Akulturasi yang terjadi ditopang oleh proses sejarah yang panjang, terutama hasil memori kolektif tentang perang Kuning menjadi pendorong yang kuat di masyarakat dan terus direproduksi sampai sekarang. Di samping itu juga melalui perkawinan antar etnis dan terbukanya ruang-ruang baru untuk berinteraksi. Faktor penghambat seperti prasangka etnis dan kesenjangan ekonomi disiasati melalui forum-forum yang melibatkan banyak kalangan. Akulturasi yang ada di Lasem pada gilirannya menghasilkan sebuah harmoni sosial yang terus dibangun oleh masyarakatnya. Harrnoni tersebut terus dijaga dengan adanya agen dari kalangan elit (ulama, pengusaha Tionghoa,dan pemerintah). Di tataran bawah terjalin melalui tradisi/ritual yang melibatkan warga. Kesepakatan damai yang dibangun di Lasem menjadi modal sosial yang kuat untuk menjaga dan merekayasa harmoni.

Selengkapnya : buku digital