Papek di lua runciang di dalam, talunjuak luruih kalingkiang bakaik

0
138
Undri

Penulis: Undri

Jujur, semua orang paham akan kata dan maknanya, tetapi begitu mudah mengabaikannya dan sulit dikerjakan. Tidaklah salah, banyak diantara kita berkata bila jujur semakin langka dan telah terkubur, dan tidak lagi menarik bagi kebanyakan orang. Coba saja bila kita tidak jujur satu kali saja, seumur hidup orang tidak akan percaya. Orang yang tidak jujur biasanya memiliki sifat yang tercela, mulut manis tapi hati jahat dan berbisa, suka menipu- papek di lua runciang di dalam, talunjuak luruih kalingkiang bakaik.

Bagaimana dengan perihal jujur itu sendiri ?. Jujur adalah sifat yang baik. Orang yang jujur selalu disenangi dan disukai dalam pergaulan. Salah-satu sifat manusia yang mulia, biasanya mendapat kepercayaan dari orang lain. Orang jujur akan mengatakan sesuatu apa adanya. Tidak menyembunyikan sesuatu dan tidak pula melebih-lebihkan atau mengurangi. Menyampaikan sesuatu dengan kenyataan atau menyampaikan sesuatu yang benar. Itulah jujur.

Kita tidak dapat menafikan bahwa seseorang yang diberi untuk memegang amanah adalah orang yang jujur maka amanah tersebut tidak akan terabaikan dan dapat terjaga atau terlaksana dengan baik. Konsekuensi terbalik bahwa amanah tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak jujur, berakibat keselamatan amanah tersebut pasti tidak akan terjaga dengan baik.

Orang yang tidak jujur biasanya selalu mancari muko, supaya mendapat perhatian dari orang lain. Orang tersebut disebut juga tukang cari muko. Tukang cari  muko ada disekitar kita, muncul dilingkungan kerja, perkantoran, perusahaan, komunitas, organisasi dan lainnya. Bisa teman dekat kita, dia hidup berkeliaran setiap hari di sekitar kita, dan juga berteman dengan rekan-rekan kita yang lain, atau diri kita sendiri. Dikantor-kantor birokrasi misalnya, ketika ada pimpinan baru berduyun-duyunlah –kasak kusuak si pegawai bawahan cari muko kepada pimpinan baru tersebut,- sibuk cari perhatian dan ingin menunjukkan sikap yang menurut takarannya benar tapi menurut orang lain belum tentu benar.

Secara prinsip munculnya tukang cari muka tidak terlepas dari unsur persaingan yang tidak professional, yang kadang kala merugikan orang lain. Umumnya mereka yang suka cari muka karena dalam hatinya selalu memiliki ambisi yang tinggi tapi tidak diiringi dengan kemampuan yang mumpuni. Semua itu untuk menutupi kekurangannya. Tak peduli ulah mereka merugikan orang lain, yang penting atasan senang. Tidak dapat kita pungkiri hal seperti ini terkadang dalam sebuah kinerja akan menguras emosi kita dan tidak menghasilkan kerja yang baik pula.

Tidak berhenti disitu saja, seorang tukang cari muka sering menjadi corong penyampaian tanpa diminta, apalagi tentang  hal-hal yang  mengenai  kesalahan rekan kerjanya, berapi-api memberikan informasi yang buruk tentang rekan kerjanya tersebut kepada semua orang, bahkan juga kepada atasannya, tak peduli apakah laporan itu sesuai fakta, ataupun hanya rekayasa. Begitulah kodrati, bila seorang tukang cari muka diperbincangkan.

Sifat jujur merupakan salah-satu rahasia diri seseorang untuk menarik kepercayaan umum karena orang yang jujur senantiasa berusaha untuk menjaga amanah. Amanah, sesuatu yang berat karena harus menjaga dan merawat dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab titipan orang. Sudah fatwa alam bahwa berhasil atau tidaknya suatu amanat sangat tergantung pada kejujuran orang yang memegang amanat tersebut.

Kejujuran dalam perkataan, sangat penting dalam pergaulan manusia. Karena itun sifat jujur harus kita biasakan dan menjadi milik kita. Orang yang tidak jujur dalam perkataannya disebut pembohong. Sifat yang harus kita jauhi dalam hidup ini, sebab  orang pembohong tidak disenangi, bahkan dibenci dalam pergaulan. Orang yang jujur adalah orang yang lurus, mengatakan yang sebenarnya. Setiap perbuatan dilakukan secara tulus dan ikhlas, tidak mudah tergoda dengan imbalan yang membuat rusaknya sifat ikhlas itu sendiri. Ia tidak pernah berlaku curang. Pituah urang tuo-tuo kita – satali pambali kumayan, sakupang pambali katayo, sakali lancuang ka ujian, saumua hiduik urang indak picayo. Begitu indahnya jujur bila kita terapkan dalam hidup ini, dengan adanya jujur tersebut rasa saling curiga mencurigai diantara kita tidak terjadi apalagi ada orang yang berprilaku sebagai tukang cari muko tersebut.

Jadi, jujur merupakan perinsip hidup yang harus kita tanamkan dalam diri kita.  Nukilan sabda Muhammad Rasulullah SAW “katakanlah yang benar meskipun terasa pahit”, senanada dengan itu pituah orang tua-tua kita mematrikan : hitam tahan tapo, putiah tahan sasah, putiah kapeh dapek dilihek, putiah hati bakaadaan, dan terakhir jujur itu hebat.[Penulis adalah peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat]

Artikel ini telah dimuat di Harian Umum Singgalang Kolom Kurenah pada Minggu, 5 Mei 2019

TINGGALKAN KOMENTAR