Orasi dan Presentasi Warnai Hari ke-2 Jetrada 2018

0
904
Orasi Budaya oleh Wita Hariani, Foto. Firdaus

Prabumulih – Hari ke-2 pelaksanaan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) 2018 ditandai dengan orasi budaya dan presentasi karya tulis. Sebanyak 14 guru pendamping menyampaikan orasi budaya dan 10 siswa terbaik hasil seleksi karya tulis ilmiah mempresentasikan karya tulis mereka. Tema dalam orasi budaya tersebut adalah ‘peran guru dalam pelestarian budaya di Sekolah’. Sementara tema untuk karya tulis merupakan tema besar Jetrada 2018 yakni ‘Menggali Kearifan Lokal untuk mewujudkan toleransi dalam keberagaman’.

Penjelasan oleh Juri, Foto. Firdaus

Acara orasi dan presentasi yang dimulai pukul 09.00 Wib tersebut merupakan dua kategori yang turut dinilai dalam Jetrada 2018. Dua kategori lainnya adalah pertunjukan kesenian dan observasi lapangan. Selain itu, juri penilai orasi dan presentasi ini ditetapkan dua orang yakni Rois Leonard Arios, salah seorang peneliti madya dari BPNB Sumatera Barat. Kedua, Dr. Dadang Hikmah Purnama, seorang akademisi, dosen di Universitas Sriwijaya.

Sebelum orasi dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan pengambilan nomor untuk menentukan nomor urut tampil. Dari hasil pengambilan nomor urut tersebut, Ibu Dwi Ningsih dari SMA Negeri 1 Rejang Lebong menjadi guru yang pertama tampil. Secara berturut-turut, guru yang tampil tersebut yakni Dwi Ningsih, Meri Susanti, Wita Haryani, Mugiyono, Linda, Marwan Effendi, Firdaus Sastrawijaya, Ratih Miranti, Nurmutmainah, Mirnawati, Siti Masiah, Widyawati, Hilya Bayti serta Eko Rahmad Kurniawan. Masing-masing guru diberi alokasi waktu 10 menit.

Secara umum, para peserta orasi menyadari bahwa ada tantangan besar dalam hal pelestarian nilai budaya kepada generasi muda khususnya peserta didik pada saat sekarang. Globalisasi dan modernitas menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Selain itu mereka juga menawarkan solusi bahwa sesungguhnya pengaruh tersebut bisa dibendung jika setiap orang mau memulai hal-hal yang positif  dari diri sendiri.

Sementara presentasi individu diikuti 10 orang siswa terbaik dari hasil seleksi awal karya tulis yang masuk ke panitia. Ke 10 orang tersebut terlebih dahulu mencabut nomor lot untuk menentukan nomor urut tampil. Dari pencabutan nomor tersebut, urutan presentasi adalah Jennie Laksmi Syahirah, M. Faturrahman, Annisa Firnanda, Diva Putri Ananti, Sonya Ainurrohmah, Putra Wahyu Pratama, Tias Cahyani, Reizi Fiqriansyah, Muhammad Rafli Dzaky, Fajar Bima Pratama. Masing-masing peserta diberi waktu 5 menit presentasi, 5 menit tanya jawab dan 5 menit tanggapan dari juri.

Presentasi oleh Annisa Firnanda, Foto. Firdaus

Pada kesempatan ini, juri menyampaikan beberapa kelemahan anak-anak dalam membuat tulisan seperti plagiat, rujukan, sistematika. Dari sekian banyak masalah, salah satu adalah banyaknya kutipan dan sumber yang tidak jelas. Menjadi menarik kemudian karena Jetrada 2018 dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana menulis dengan baik.