Festival Matrilineal 2016 Ditutup Secara Resmi

0
1424
Foto bersama anak Sijunjung Kreatif dengan Panitia Festival Matrilineal 2016

Sijunjung (BPNB Sumbar) – Setelah berlangsung selama empat hari berturut-turut, pada hari kelima yaitu sabtu 26 November 2016 Festival Matrilineal 2016 secara resmi ditutup. Penutupan dilakukan oleh Kepala Dinas Seni, Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sijunjung.

Foto bersama anak Sijunjung Kreatif dengan Panitia Festival Matrilineal 2016
Foto bersama anak Sijunjung Kreatif dengan Panitia Festival Matrilineal 2016

Selama pagelaran, beberapa tim kesenian atau sanggar dari berbagai daerah telah menunjukkan penampilan terbaiknya. Sanggar-sanggar tersebut diantaranya Sanggar Seni Rentak Senada dari Kabupaten Muko-muko yang tampil pada saat pembukaan. Sanggar Seni Rentak Selada ini menampilkan tari Tutong Sayak Tunggang Tabang. Tari garapan dari Ade Yanti ini merupakan tari budaya etnis yang hampir punah, dimana terciptanya tari tersebut karena adat kebiasaan masyarakat yang berkembang kesehariannya untuk megambil nira (gula aren).

Penampilan Tari Baombai
Penampilan Tari Baombai

Pada hari kedua festival menampilkan Sanggar Seni Ranah Sijunjung dengan Tarian Panen Raya. Tari ini menceritakan kehidupan masyarakat di Nagari Sijunjung sebagai petani. Sanggar seni Sinar Tampalo Padang Laweh menampilkan Boombai. Boombai adalah kegiatan turun kesawah secara gotong royong. Tarian ini dimainkan oleh ibu-ibu bahkan nenek-nenek, membuat suasana penampilan semakin meriah. Setelah itu penampilan Sanggar Patah Tumbuah Hilang Baganti dari Limo Koto Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Mereka menampilkan Tari Piriang Bagoluik yang mengambarkan ketangkasan anak muda dalam manatiang piriang yang dilandasi dengan kemampuan pencak silat. Kemudian penampilan Anak Sijunjug Kreatif, dengan Tari Unca Sarentak.

Tari Indang
Tari Indang

Pada hari ketiga menampilkan Kulet Comunity Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sanggar Seni dan Budaya San Alida Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat, dan tim kesenian Ilok Rupo, Kerinci Propinsi Jambi. Seperti malam sebelumnya, masyarakat yang menonton tumpah ruah menyaksikan pementasan kesenian tersebut.

Pada hari keempat menampilkan tim kesenian dari Tuah Sakato, Kenagarian Tigo Balai Kecamatan Matur Kabupaten Agam, Sanggar Komunitas Seni Tradisional Minang Kecamatan Ranah Pantai Cermin Kabupaten Solok Selatan, dan Sanggar Puti Junjuang Kabupaten Sijunjung. Pada malam terakhir ditampilkan sanggar Dara Petak Kerajaan Siguntur Kabupaten Dharmasraya dan Sanggar Tuah Merindu Muara Dua Propinsi Sumatera Selatan.

Dengan adanya Festival Matrilineal 2016 diharapkan dapat memberikan insipirasi kepada semua kalangan akan pentingnya melestarikan kesenian daerah, sehingga pelestarian kebudayaan kita dapat terjaga.