TARI YOSIM PANCAR INVENTARISASI DAN VERIFIKASI WARISAN BUDAYA TAK BENDA (WBTB)

0
1957

(Enos H. Rumansara, Enrico Y. Kondologit, Sarini)
Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua memiliki berbagai jenis taris tradisional mulai dari tari perang, tari perdamaian, tari pemujaan, tari panen, tari pergaulan dan tari tradisi lainnya. Setiap gerak memiliki makna simbol yang berhubungan dengan sistem religi, lingkungan sosial dan lingkungan alam mereka. Gerak dasar mereka dominan pada gerak kaki dan pinggul sedangkan gerak tanga dan kepala hanya untuk mengimbangi tubuh penari. Selain itu, tari Papua sebagian besar tidak mengenal panggung musisi.
Pemilik tari Yosim Pancar (Yospan) adalah suku-suku bangsa di tanah Papua yang dikenal dengan sebutan Orang Papua. Pernyataan demikian dapat perkuat dengan data sejarah perkembangan tari Yosim Pancar, di mana gerak-gerak dasar tarinya diambil dari beberapa gerak dasar tari pergaulan dibeberapa daerah di tanah Papua, yaitu antara lain gerak seka dari selatan pulau Papua (Fakfak – Mimika), gerak gale-gale dari bagian teluk Cenderawasih (kepulauan Moor, Mambor, Wandamen dan sekitarnya), gerak Pancar dan Jef dari pulau Biak, Supiori dan Numfor, dan gerak Yosim dari Jayapura ( Sarmi, Demta, Tarfia dan sekitarnya)
Gerak tari dasar Yosim Pancar di 4 (empat) lokasi penelitian (Biak, Jayapura, Manokwari, dan Sorong) telah mengalami perkembangan di mana terlihat ada penambahan gerak baru dari gerak dasar yang telah dibekukan oleh Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP). Gerak-gerak tambahan tersebut merupakan gerak dasar yang muncul akibat dari proses adaptasi tari Yosim Pancar dengan lingkungan budaya dimana tari itu berkembang.

untuk selengkapnya dapat membaca di sini : TARI YOSIM PANCAR INVENTARISASI DAN VERIFIKASI WARISAN BUDAYA TAK BENDA (WBTB)