MEMPERINGATI HARI SASTRA, JURUSAN BAHASA DAN SASTRA UNCEN MENGGELAR SEMINAR NASIONAL

0
934
Dr.Nomensen S.Mambraku Dekan FKIP Uncen Menyampaikan Sambutan Saat Membuka Seminar Nasional Dalam Rangka Memperingati Hari Sastra di Hotel Grand Abe Kota Jayapura.

Dalam rangka memperingati Hari Sastra yang diperingati setiap tahun yaitu 3 Juli, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) Universitas Cenderawasih  menggelar Seminar Nasional Peringatan Hari Sastra di Hotel Grand Abe  Jayapura (03/07/2019). Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari sastra nasional di Papua.

Acara yang dimulai pukul 09.00 wit ini bertemakan “ Sastra Tanah Papua Sebagai Bagian Dari Sastra Nasional” dan dibuka oleh Dekan Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih Dr.Nomensen Steffan Mambraku.

Acara seminar sehari ini sangat penting sebagai momen kegiatan pemertahanan sastra lokal Tanah Papua perlu dimunculkan, diperkenalkan serta diberi ruang dengan penyampaian beberapa materi yang digelar dalam empat sesi panel. Setelah acara pembukaan pada sesi pertama dipaparkan tiga materi “Kitong Sayang Tanah Papua,Tra Terbilang Bahasa dan Sastranya (Mengusahakan Pemajuan Bahasa dan Sastra Papua)” oleh Prof.Dr. Djoko Saryono,M.Pd (UM Malang), materi 2 “Prosa Lisan Biak:Tokoh,Simbol, dan Konsep Arketipe” oleh Dr.Reimundus Raymond Fatubun,MA, materi 3 “Kebijakan Pendukung Kemultidimensian”Basalispa” :menampilkan Representasi Puisi Lantunan” oleh Dr.Drs.Frans Rumbrawer,M.Si. Pada sesi panel pertama ini dipandu oleh moderator Dr.Aleda Mawene,M.Pd. Sesi kedua dipandu oleh moderator Dr.Isak Morin.P.hd dengan pemateri Jimmy Koridama,S.Sos dari Dinas Kebudayaan Provinsi Papua materi” Rencana Pelaksanaan Pembangunan Multi Bahasa ibu di Provinsi Papua” pemateri berikutnya Jhon Ibo dengan materi “Ungkapan Tradisional dalam Interaksi Sosial Pada Tataran Igwaagwa Ondofolo di Sentani” dan pemateri terakhir disesi ini dari Ketua Majelis Rakyat Papua.

Setelah ishoma  dilanjutkan pemaparan materi  sesi ketiga  menampilkan lima  pemateri secara paralel masing-masing Dr.Wigati Yektinintyas,MA “Mengenal Kembali Ungkapan Tradisional Sentani” pemateri kedua Dr.Aleda Mawene.M.Pd “Penetrasi-Impresif Habitus Gender pada Ungkapan Tradisional Masyarakat Yapen di Serui”,Albert Rumbekwan,S.Pd,M.Hum “Melacak Jejak-Jejak Sejarah Budaya Maritim Orang Biak dalam Wor dan Mite Koreri”, Dr.Supardi,M.Hum ”Problematika Pembelajaran Menulis Sastra” dan Musa Smas,M.Pd “Pembelajaran Sastra Papua dalam Era Revolusi Industri 4.0”. Sesi ini dipandu oleh moderator Henry Ch.Iwong,S.Pd.

Sesi terakhir atau sesi parallel kedua  dipandu oleh moderator Maximus Nemo, S.Pd,M.Pd  memaparkan materi “Bentuk-Bentuk Satire Ekologis dalam Kumpulan Puisi Anak Keerom (Tinjauan Ekokritik) oleh Grace J.M Mantiri,S.Pd,M.Hum materi berikut “Ketidakadilan Gender pada Perempuan Pedalaman Papua dalam  Sali dan Isinga” oleh Amanda Wenda,M.Pd,” Mengenal Nilai Sosial  Budaya Sentani Papua dalam Fabel” oleh Evalina I.B.Silalahi,M.Pd sedangkan dua pemateri terakhir disampaikan oleh Dra.Tri Handayani, M.Hum dan Henry Ch.Iwong,M,Pd “Harmoni Sastra dan Ekologi Solusi Alternatif Pelestarian Kearifan Lokal”

Setelah pemaparan enambelas materi yang disampaikan  dalam empat sesi secara panel dan paralel, kegiatan Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Sastra tahun 2019 ditutup oleh Drs. Yacobus Paidi,M.Si Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih.