EKSIBISI HELLAHILI-EHABELA, TRADISI LISAN SUKU SENTANI

0
2468

Jayapura, Tanah Papua sangat kaya akan tradisi lisan, sama halya pada suku sentani atau orang sentani di Kabupaten Jayapura. Orang sentani (buyakha) yang tersebar dalam tiga kelompok besar di peisisir danau Sentani ini kaya akan budaya sebagai warisan dari leluhur mereka seperti Hellahilli – Ehabela. Dalam perjalanannya tradisi lisan Hellahili – Ehabela ini makin hilang dengan berbagai faktor penyebab seperti yang diungkapkan John Modouw bahwa ungkapan dalam lirik dan syair hellahili-ehabela ada roh-roh yang tersembunyi dan ketika mereka menerima injil ini mulai bergeser namun menurut John Modouw selaku ketua panitia eksibisi diharap peran tokoh agama agar nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini bisa diakomodir lebih diperhalus sebagai bagian dari kehidupan orang sentani. Kegiatan eksesibisi tradisi lisan suku sentani ini merupakan lanjutan dalam program  revitalisasi  kesenian yang hampir punah dari Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang di fasilitasi oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua dengan membentuk tim yang di ketuai oleh John Modouw  seniman papua dan budayawan suku sentani melibatkan tokoh adat  dan  DR. Wigati Yektiningtyas Modouw, M.Hum dari Universitas Cenderawasih yang telah melakukan penelitian kajian folklor tentang tradisi lisan orang sentani yaitu hellahili-ehabela dan telah diterbitkan dalam bentuk buku dan sangat diapresiasi oleh orang sentani. Proses revitalisasi ini telah dimulai sejak bulan april 2017 dengan kegiatan sosialisasi di beberapa tempat dengan mengundang para ondofolo (pemimpin adat orang sentani). Lanjutan dari proses revtalisasi adalah pementasan hellahili-ehabela  dalam bentuk eksibisi yang dilaksanakan  pada hari Jum’at 16 Juni 2017  bertempat di Khalkote Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura yang merupakan lokasi penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) yang memasuki tahun ke X pada tanggal 19 – 23 Juni nanti. Eksibisi tradisi lisan suku sentani ini dibuka oleh ibu Hana Hikoyabi Kepala Bapeda Kabupaten Jayapura yang mewakili bupati Jayapura dan juga hadir dan menyampaikan sambutan DR. James Modouw staf ahli Menteri pendidikan dan Kebudayaan bidang hubungan pusat dan daerah yang juga merupakan tokoh adat orang sentani. James Modouw menyampaikan nilai-nilai budaya lokal merupakan jati diri dan berkaitan dengan program revitalisasi mental dari pemerintah maka nilai-nilai budaya,nilai-nilai agama dan penghayatan nilai pancasila saling mendukung dan diterapkan dalam pembentukan karakter guna menempa dan membentuk generasi muda agar nantinya memiliki daya saing di waktu mendatang.Proses penanaman nilai budaya seperti hellahili-ehabela ini merupakan bagian dari jati diri dan awal yang bagus, kemendikbud hanya merintis dan diharapkan pemerintah daerah menindaklanjuti dengan peraturan daerah terutama berkaitan dengan budaya  sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah.Eksibisi tradisi lisan hellahili-ehabela ini di ikuti 12 sanggar peserta dari kampung-kampung  yang ada di sentani timur, sentani tengah dan sentani barat sebagai komunitas buyakha (orang sentani).