Tari Lenso dan Diplomasi Budaya; Jejak Portugis di Kota Ambon

0
384

Penulis: Piter A. Syaranamual, S.Sos – Pamong Budaya Ahli Pertama

Tari Lenso muncul sejak bangsa protugis datang ke Maluku pada tahun 1513. Pada awalnya, ini tarian adalah bangsa protugis. Kata “Lenso” berasal dari bahasa  protugis  yang artinya sapu tangan. Adapu sapu tangan yang di gunakan umumnya  putih atau merah seperti  bendera Indonesia.  Tarian Lenso  justru  semakin  membudayakan  ketika  penjajahan  protugis  telah usai dan di gantikan dengan bangsa blanda.  Dalam era kolonial Belanda, tari  ini sering di sajikan ketika  perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Tari Lenso  bermakna  unkapan selamat datang  dan rasa gembira dari masyarakat karena kedtangan tamu.  Makana ini terlihat dari ekspresi dan gerakan tarinya yang lemah lembut.Tarian ini melambangkan  keksantunan, rasa hormat, dan penerimaan  kasi  sayang yang tulus.  Tari Lenso bertema pergaulan yang berfungsi sebagai perekat persaudaraan dan kekerabatan  dalam  kehidupan  sosial masyarakat.  Gerakanya  sederhana   dan mudah sehingga siapa saja biasniku menarikan tarian ini.

              Pada masa pemerintahan soekarno, tari  ini merupakan  tari popular dan selalu di peragakan presiden soekarno dalam berkun jung ke Maluku. Hal ini membuat presiden Soekarno mengaruskan pertemuan-pertemuan kenegaraan  dalam  penyamputan tamu mempergerakan tari Lenso.

Tari Lenso muncul sejak bangsa Portugis datang ke Maluku pada tahun 1513. Pada awalnya, ini tarian adalah bangsa Portugis. Kata “Lenso” berasal dari bahasa Portugis yang artinya sapu tangan. Adapun sapu tangan yang digunakan umumnya putih atau merah seperti bendera Indonesia. Tarian Lenso justru semakin membudaya ketika penjajahan Portugis telah usai dan digantikan dengan bangsa Belanda. Dalam era kolonial Belanda, tari ini sering disajikan ketika perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Tari Lenso bermakna ungkapan selamat datang dan rasa gembira dari masyarakat karena kedatangan tamu. Makna ini terlihat dari ekspresi dan gerakan tarinya yang lemah lembut.Tarian ini melambangkan kesantunan, rasa hormat, dan penerimaan kasih sayang yang tulus. Tari Lenso bertema pergaulan yang berfungsi sebagai perekat persaudaraan dan kekerabatan dalam kehidupan sosial masyarakat. Gerakannya sederhana dan mudah sehingga siapa saja bisa ikut menarikan tarian ini.