Ritual Panas Gandong Negeri Rumahkay dan Negeri Rutong di Negeri Rutong

0
912

Ritual Panas Gandong merupakan seremoni adat yang biasanya dilakukan antara dua atau lebih negeri adat di Maluku (terutama di Maluku Tengah). Ritual ini bertujuan untuk menghangatkan kembali relasi mereka sebagai “Orang Basudara/barsaudara” yang percaya bahwa leluhur mereka berasal dari kandungan/gandong yang sama. Awalnya leluhur mereka merantau meninggalkan Negeri Rumahkay (Amakele Lorimalahitu), kemudian menetap dan beranak pinak di pesisir Timur Pulau Ambon, yang kini menjadi Negeri Rutong (Lopurisa Uritalai).

Tradisi Panas Gandong Rumahkay dan Rutong yang berlangsung di Negeri Rutong pada tanggal 18 Maret 2020 melibatkan semua masyarakat gandong kedua negeri guna mempererat hubungan kekeluargaan dua negeri ini ade-kaka dalam gandong. Panas gandong biasa dilakukan setiap 5 tahun secara bergantian (Rutong pergi ke Rumahkay atau Rumahkay ke Rutong), sesuai dengan pengelompokkan Pata (kelompok) Lima serta sebagai persekutuan adat kedua negeri.

Prosesi dilakukan saat subuh dimana masyarakat Negeri Rumahkay bersama rombongan yang diperkirakan lebih dari 1000 orang yang datang dari Negeri Rumahkay dan disambut oleh Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, tua adat dan saniri Negeri Rutong di pantai Negeri Rutong.

Dalam tradisinya, kedua negeri Rumahkay dan Rutong mengakui sekandung, karena itu sapaan yang biasa dikenakan kepada setiap anggota masyarakat adalah “Gandong Kaka” dan “Gandong Ade”. Rumahkay sebagai Gandong Kaka dan Rutong adalah Gandong Ade.

Nilai persaudaraan yang erat tidak bisa dipisahkan oleh kedua negeri adat ini, dimana diikat oleh suatu kepercayaan pada leluhuryang telah mengikat kedua negeri, sampai terjadi perpecahan atau perselisihan pun, kedua negeri ini akan tetap saling menjaga dan tak saling menyakiti karena Negeri Rumahkay dan Negeri Rutong adalah sedarah.

Uniknya, Negeri Rumahkay dan Negeri Rutong tidak diperkenankan untuk saling suka atau menjalin hubungan (pacaran maupun ikatan biologis). Jika terjadi hal yang bertentangan dengan ini, akan terjadi sesuatu yang menimpa kedua orang yang melanggar. Itu sebabnya, Panas Gandong ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada anak cucu kedua negeri ini agar mengenal lebih dalam ikatan gandong kedua negeri.

Marchian

TINGGALKAN KOMENTAR