Kamplang; Kerupuk Ikan di Halmahera Selatan

0
519

Kuliner tradisional Indonesia adalah semua jenis masakan yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Resep dan cara pembuatan kuliner tradisional biasanya bersifat turun temurun. Rasa kuliner tradisional yang khas dari satu daerah akan berbeda dengan daerah lainnya. Itulah kenapa kuliner tradisional Indonesia memiliki banyak keunikan dan kaya akan aneka rasa. Belum ada referensi khusus yang bisa menyebut jumlah pasti kuliner tradisional Indonesia. Salah satu kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah kuliner tradisional.Masing masing kota memiliki kuliner tradisional yang berbeda. Perbedaan perbedaan kuliner tradisional Indonesia itu juga masing masing mempunyai ciri khas. Seperti Jawa Tengah yang dikenal dengan rasa manis nya, atau Menado yang dikenal dengan masyarakat yang paling suka dengan rasa pedas,dan lain sebagainya. Namun bentuk kebudayaan merupakan  salah satu hal yang wajib terus dilestarikan,begitu juga dengan kuliner tradisional Indonesia yang harus terus dilestarikan dengan cara diperkenalkan kepada generasi muda kita. Jangan sampai generasi muda Indonesia lebih mengenal kuliner dari kebudayaan barat yang sekarang sudah merajalela di Indonesia. Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa desa yang mengusung kuliner tradisional. Salah satu makanan tradisionalnya  adalah KAMPLANG (kerupuk ikan) yang sekarang sudah banyak diminati oleh kalangan masyarakat Kabupaten  Halmahera Selatan bahkan telah sampai keluar daerah. Menurut masyarakat setempat  khususnya para ibu-ibu Desa Bajo Sangkoang kamplang adalah krupuk yang berbahan dasar ikan tongkol (Ikan Turinga), ikan puri (teri) tepung sagu (Ambulo) dan pada proses pembuatannya masih menggunakan peralatan tradisional yakni aya-aya dan Lesung.

Kemudian bahan-bahan yang dipergunakan dalam pembuatan Kamplang(krupuk ikan) yakni:

  • Ikan Tongkol (Ikan Turinga )
  • Ikan Teri (Puri)
  • Tepung Sagu (Ambulo)
  • Garam

Proses pembuatan:

  • Ikan dibersihkan dan direbus sampai matang,kemudian ikan dipisahkan antara daging dan tulang ikan
  • Ikan di aya menggunakan Aya-aya atau penyaring supaya dapat memisahkan tulang-tulang ikan yang halus
  • Tepung Sagu(Ambulo) di jemur 1-2 jam sampai kering selanjutnya Tepung sagu di aya,sehingga menghasilkan tepung yang halus,lembut dan kualitas baik
  • Kemudian ikan+tepung sagu+garam di campur menjadi satu adonan.
  • Adonan dibungkus pakai kain putih bersih dan ujung kain diikat erat-erat dan    direbus kedalam air yang mendidih.
  • Setelah matang bungkusan dibuka dan dicuci pakai air yang dingin,kemudian ditaruh diwadah yang bersih dan terhindar dari cahaya sinar matahari secara langsung. Kemudian adonan didiamkan selama 2-3 hari,setelah itu adonan tadi dipotong tipis-tipis dan dijemur selama 1 hari.
  • Kerupuk Kamplang yang telah kering siap di goreng menggunakan minyak kelapa yang panas dan siap di sajikan untuk keluarga.
Proses pengeringan kerupuk kamplang

Ditulis oleh Piter A. Syaranamual, S.Sos – Pamong Budaya Ahli Pertama