Mengenal Zapin Penyengat

0
701
Zapin Penyengat ditampilkan Sanggar Megat dalam Festival Multikultur di Pesisir Selatan, Sumbar, 15 April 2018.

Tari Zapin diciptakan di kawasan Melayu diilhami oleh unsur-unsur Zapin Arab dan mulai diperkenalkan sejak zaman pemerintahan Kerajaan Melayu. Tari Zapin asal mulanya adalah kesenian yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dari Gujarat sebagai media dakwah pada waktu penyebaran agama Islam ke daerah Kepulauan Riau. Tari Zapin ini menyebar keluar kawasan Riau, sejalan dengan perkembangan kerajaan-kerajaan Melayu. Dalam pembaurannya dengan budaya setempat, lahirlah berbagai macam ragam variasi pada tiap-tiap daerah. Namun demikian pola dasarnya tetap sama.

Zapin yang ada di Penyengat merupakan jenis tarian yang bernafaskan Islam. Tari Zapin Penyengat lahir dan berkembang di Pulau Penyengat pada tahun 1811 yang asal mulanya dari Kalimantan. Tari ini diciptakan oleh Encik Muhammad Ripin di Pulau Penyengat. Beliau berasal dari Sambas Kalimantan. Encik Muhammad Ripin berhijrah dan menetap di Pulau Penyengat. Setelah beliau wafat Tari Zapin Penyengat ini dikembangkan lagi oleh Raja Mahmud secara turun temurun. Raja Mahmud lahir di Pulau Penyengat dan asli asal dari Pulau Penyengat. Zapin Penyengat adalah tarian yang mengutamakan gerak dan langkah kaki, karena sudah diikat oleh kata Zapin itu sendiri yang bermakna gerakan kaki. Tari Zapin ini diciptakan atas dasar kehidupan dan kegiatan masyarakat Pulau Penyengat yang sangat aktif dan apresiasi terhadap kesenian Melayu. Dilihat dari faktor kehidupan dan kegiatan penduduk Pulau Penyengat ini mata pencaharian utama adalah nelayan, hal ini disebabkan karena letak Pulau Penyengat dikelilingi oleh lautan. Di samping itu ada yang bekerja di instansi pemerintahan. Hal ini juga dapat dilihat dari ragam gerak yang ada dalam tari Zapin Penyengat tampaknya berawal dari gerak bekerja.

Hal mempengaruhi lahirnya Tari Zapin Penyengat adalah religi, karena penduduk asli Pulau Penyengat beragama Islam dan salah satu unsur kebudayaan Kepulauan Riau yang paling menonjol adalah keseniannya. Tari Zapin Penyengat ini memiliki tiga tahap dalam tarian yaitu tahap awal pembuka, tahap tengah isi dan tahap akhir adalah penutup. Tari Zapin Penyengat juga memiliki kekhasan yaitu volume gerak kaki yang ada dalam tari Zapin Penyengat sedikit lebar dibanding dengan tari Zapin yang lainnya, dan tari Zapin Penyengat terkesan lebih energik bahkan disertai dengan gerak meloncat dan tampak pula tekanan-tekanan gerakan.

Awalnya Tari Zapin Penyengat berfungsi sebagai pentabalan Sultan Penyengat dan hari-hari besar Islam. Pentabalan yang dimaksud di sini adalah pemilihan Sultan Penyengat yang baru. Dengan adanya perkembangan zaman dan pola pikir masyarakat yang semakin maju maka saat ini tari Zapin Penyengat berfungsi juga untuk acara-acara pesta pernikahan, dan tampil dalam acara hiburan seni budaya. Tetapi hal ini tidak mengurangi ensensi pada fungsi Tari Zapin Penyengat yang utama yaitu sebagai pentabalan Sultan Penyengat dan hari-hari besar Islam.

Sejak dari awal terciptanya tari Zapin Penyengat pada tahun 1811, tarian ini memiliki simbol dan makna untuk hiburan yang disajikan kepada raja-raja penyengat yang sedang menjabat dan tarian ini hanya boleh ditarikan oleh penari laki-laki saja, pada akhirnya seiring perkembangan zaman dan perubahan pola pikir masyarakat saat ini tari Zapin Penyengat memiliki simbol dan makna luas yang sangat dekat dengan simbol dan makna kehidupan sosial, pendidikan, adat istiadat melayu dan yang tidak lepas dengan simbol dan makna yang berkaitan dengan ketuhanan (religi). Tari Zapin Penyengat ini eksistensinya semakin hari semakin berkembang dan sudah semakin di kenal oleh masyarakat luas.

Tari Zapin Penyengat ini sangat dilestarikan sebagai ciri khas dari Provinsi Kepulauan Riau. Penyajian tari Zapin di setiap kabupaten, kota dan Provinsi Kepulauan Riau memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Pada prinsipnya seluruh gerak dasar tari Zapin di Riau dan kepulauan adalah sama, dan kaya akan variasi menurut versi setempat. Zapin tidak akan pernah mengubah wujudnya

Sumber: Megawati Netty, Simbol dan Makna Tari Zapin Penyengat di Sanggar Budaya Warisan Pulau Penyengat. S1 Tesis Universitas Pendidikan Indonesia, 2014.

TINGGALKAN KOMENTAR