Pertahankan Ciri Khas Budaya Melayu Melalui Festival Arakan Pengantin

0
872
Festival Arakan Pengantin Melayu, pada Minggu (6/10/2019)

Festival Arakan Pengantin Budaya Melayu merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pemerintah Kota Pontianak dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak ke 248. Kegiatan ini sudah kesekian kali diadakan menjelang Hari Ulang Tahun Kota Pontianak pada tanggal 23 Oktober mendatang.

Pasangan pengantin foto bersama dengan walikota Pontianak

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Museum Negeri Kalimantan Barat ini, diikuti 10 kelompok yang terdiri 6 kecamatan yang ada di Kota Pontianak, Organisasi Jasa Keuangan (OJS) Kalbar, Bank Kalbar, BMPD Kalbar dan tidak ketinggalan pula dari Kabupaten Sintang ikut menyemarakkan Festival Arakan Pengantin Melayu, pada Minggu (6/10/2019).

Berjalan kaki menuju Mesjid Raya Mujahidin Pontianak dengan ditaburi beras kuning dengan maksud agar selamat sampai ke tempat tujuan secara beriringan pasangan pengantin beserta rombongan meninggalkan Museum Negeri Kalimantan Barat. Dilengkapi dengan manggar, serta diiringi musik tanjidor, dan pernak pernik hantaran menambah meriahnya festival pengantin layaknya pengantin sunggguhan.

Salah satu peserta dalam arakan pengantin melayu

Festival Arakan Pengantin yang menyita perhatian masyarakat karena ingin melihat keunikan dari pernikahan budaya Melayu Kalimantan Barat ini dibuka secara resmi oleh Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Kamtono, MM., M.T, dan dilanjutkan dengan pengguntingan balon berjumlah 248 buah yang menandakan hari jadi Kota Pontianak oleh Istri Walikota Pontianak, Dra. Hj. Yanieta Arbiastutie, Msc. Apt, didampingi para undangan yang hadir.

Barang hantaran

Dalam sambutannya, Edi Kamtono berharap agar kegiatan ini tidak hanya menjadi icon tetap tahunan, tapi bagaimana agar bisa terus menciptakan inovasi untuk menarik peserta yang lebih banyak dan masyarakat untuk menyaksikan. Selain itu, kita juga harus bisa mempertahankan yang menjadi ciri khas kota Pontianak yang tidak sama dengan daerah lain seperti bunga manggar, dan sebagainya.  Sehingga harapannya dengan festival ini, bisa menjadi dokumentasi bagi warga kota Pontianak atau terutama adat budaya melayu untuk dijadikan suatu model dalam setiap kegiatan pernikahan/pengantin, ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR