You are currently viewing Menjaga Keharmonisan Antar Etnis Melalui Pergelaran MultiEtnik
Pergelaran MultiEtnik Kota Singkawang, bertempat di Grand Mall Singkawang

Menjaga Keharmonisan Antar Etnis Melalui Pergelaran MultiEtnik

Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menyelenggarakan kegiatan Pergelaran MultiEtnik di Grand Mall Kota Singkawang dari tanggal 6-7 November 2020.

Pembukaan Pergelaran MultiEtnik

Ada 17 (tujuh belas) etnis yang tergabung dalam Majelis Seni Budaya (BSM) Kota Singkawang ikut memeriahkan dalam pergelaran ini. Ketujuh belas etnis tersebut meliputi Kerukunan Keluarga Kawanua Maesa (Manado), Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya (IKABES), DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Dewan Adat Dayak (DAD), Paguyuban Tionghoa, Persatuan Keluarga Besar Batak Singkawang (PKBS), Flobamora (NTT), Ikatan Keluarga Besar Kepulauan Riau, Paguyuban Jawa, Persatuan Keluarga Besar Madura Nusantara (PERKASA), Paguyuban Bali, Ikatan Keluarga Maluku (IKM), Paguyuban Aceh, Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB), Simpay Seuweu Siwi SIliwangi, Kerukunan Keluarga Banjar.

Stand Pameran BPNB Kalimantan Barat

Pergelaran yang bertajuk “Membingkai Keberagaman Dalam Upaya Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa” ini dibuka oleh Walikota Singkawang, Thjai Cui Mie, SE, M.H. Menurut beliau, pergelaran ini merupakan jawaban dari sebuah tantangan bagaimana menggambarkan kehidupan antaretnis di Kota Singkawang secara utuh dan menyeluruh, ucapnya.

Pameran Kuliner

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan antaretnis yang ada di Kota Singkawang, yang dijuluki sebagai kota tertoleran se Indonesia dengan menampilkan tarian khas dari masing-masing etnis.  Masing-masing penampilan dari paguyuban diiringi dengan alunan musik. Secara bergantian mereka menampilkan kebolehannya untuk menghibur penonton. Adapun tarian yang ditampilkan diantaranya Lenso (Kerukunan Keluarga Kawanua Maesa), Tari Tanggai (Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Palembang), Wushu Dance (Paguyuban Tionghoa), Tari Panahan (Paguyuban Jawa), Lancang Kuning (Ikatan Keluarga Besar Kepulauan Riau), dan sebagainya.

Selain penampilan dalam kesenian, setiap  paguyuban juga berpartisipasi dalam mengisi pameran kuliner dari daerahnya masing-masing.  Dalam kesempatan yang sama, Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat memberikan informasi berupa pameran yang menampilkan koleksi BPNB Kalimantan Barat diantaranya kain tradisional dari seluruh Kalimantan yang merupakan wilayah kerja BPNB Kalbar, foto-foto dan koleksi buku hasil kajian peneliti bidang sejarah dan budaya dari BPNB Kalimantan Barat. Selain menikmati hiburan dan informasi dari pergelaran multietnik dan pameran masyarakat yang berkunjung juga dapat menikmati aneka macam kuliner khas dari masing-masing etnis peserta kegiatan ini.  

Leave a Reply