Lestarikan Budaya Lokal, Lewat Festival Saprahan Tingkat SMP se Kota Pontianak

0
440

Dalam rangka melestarikan dan mengenalkan budaya lokal Kota Pontianak kepada generasi muda khususnya saprahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak,  menggelar Festival Saprahan Pelajar Tingkat SMP se Kota Pontianak. Kegiatan Festival Saprahan ini dilaksanakan pada Kamis (15/9/22) dan  dibuka secara resmi oleh Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM.,MT. Dalam sambutannya, beliau mengatakan budaya saprahan merupakan cara makan yang sudah ada sejak jaman dahulu. Dan ini merupakan warisan dari leluhur kita pada saat menyambut tamu dengan menjamu makan. Menurutnya, tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tapi kegiatan festival saprahan ini juga untuk melestarikan kearifan lokal Pontianak. Acara ini juga dihadiri wakil dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Kalimantan Barat sebagai tamu undangan.

Festival saprahan yang dilaksanakan di Rumah Adat Melayu Kota Pontianak ini mewajibkan kepada para undangan yang hadir maupun peserta lomba untuk menggunakan Baju Kurung bagi perempuan dan  Telok Belanga’ bagi laki-laki  sesuai adat budaya melayu. Masing-masing peserta yang mengikuti lomba ini mengirimkan anggota timnya terdiri dari sepuluh  orang. Delapan orang bertindak sebagai pengantar makanan (tukang sorong) dan dua orang lagi bertindak sebagai penata.

Saat nomor undian dipanggil,  peserta masuk ke dalam ruangan didahului dengan empat orang yang membawa baki berisi kain untuk alas untuk menata makanan.  Kemudian yang bertindak sebagai tukang sorong pergi keluar dan masuk kembali dengan membawa makanan, sedangkan yang menata tetap berada di dalam ruangan.  Selanjutnya, tukang sorong memasuki ruangan dengan membawa hidangan. Hidangan tersebut diserahkan kepada penyaji untuk ditata. Saat balik ke belakang mereka berdiri dan mundur selangkah  lalu balik arah untuk mengambil hidangan yang lain.

Saat  peserta mengangkat baki  berisi kain alas saprahan, mereka  memberi salam takzim, selanjutnya menarik kain saprahan ke belakang dengan bergeser ke belakang tanpa berdiri, menata hidangan yang dimulai dari menata kobokan, piring, sendok, gelas minum baik yang diisi air putih dan air serbat, nasi, lauk pauk, hingga makanan yang disuguhkan merupakan urutan tata cara dalam penyajian Festival Saprahan  yang diikuti sebanyak 17 sekolah tingkat SMP se Kota Pontianak ini. Akhir dari kegiatan festival saprahan ini semua peserta dengan duduk belantai bersama-sama menikmati makanan yang telah dihidangkan tadi.