Iraw Tengkayu : Tradisi Kota Tarakan yang Tak Terlupakan

0
411
Festival Iraw Tengkayu, bertempat di Pantai Amal Kota Tarakan Kalimantan Utara, Minggu (22/12/19)

Perahu hias nan elok diarak keliling kota

Dibawahnya dipasang beberapa bilah bambu

Ijinkan kami mengucapkan salam dalam sebuah kata

Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh

Sebait pantun yang dibacakan Moch. Andre WP, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat, mengawali sambutannya mewakili Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Festival Iraw Tengkayu ke-10, bertepatan dengan Hut Kota Tarakan ke 22, Minggu, 22 Desember 2019 di Pantai Amal Lama, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Dihadapan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, H. Udin Hianggio, Walikota Tarakan, Dr. H. Khairul, M. Kes, Konsul RI Kota Tawau dari Sabah, Perwakilan Kementerian Pariwisata, segenap Forkompinda Kota Tarakan dan para undangan, atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Moch. Andre WP menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bahwa oleh karena kesibukkannya, Dirjend Kebudayaan dan Kepala BPNB Kalbar tidak bisa hadir dalam pembukaan festival tersebut. Pada kesempatan tersebut, Moch. Andre WP juga menyampaikan apresiasi Dirjend Kebudayaan dan BPNB Kalimantan Barat atas pelaksanaan kegiatan Iraw Tengkayu yang selama ini dilaksanakan dalam dua tahun sekali tersebut.

Apresiasi Dirjend Kebudayaan dan BPNB Kalimantan Barat yang disampaikan Moch. Andre WP dalam sambutan pembukaan tersebut, pada gilirannya mendapatkan respon yang positif dari Walikota Tarakan. Respon dimaksud adalah komitmen Walikota Tarakan dalam sambutannya yang akan melaksanakan kegiatan Iraw Tengkayu setiap tahun sekali mulai tahun depan, atau tahun 2020. Pernyataan Walikota Tarakan dalam sambutannya tersebut tentu membuat seluruh para tamu undangan dan masyarakat yang hadir kemudian bertepuk tangan riuh.

Sebagaimana ketika mengawali, dalam mengakhiri sambutannya, Walikota Tarakan juga membacakan sebait pantun penutup. Bait pantun yang semoga kelak juga akan menjadi tradisi atau kebiasaan yang indah dalam setiap momen sambutan-sambutan kegiatan budaya di Kalimantan.

Puncak pembukaan Festival Iraw Tengkayu ini adalah pelarungan Padau Tuju Dulung ke laut yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara dan diiringi oleh segenap tamu undangan. Selanjutnya, tarian jepin pergaulan yang melibatkan seluruh tamu undangan dan para penari yang berjumlah puluhan orang menandai akhir dari kegiatan pembukaan Iraw Tengkayu ke 10 tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR