Film Perjuangan Rangsang Antusiasme Masyarakat di Desa Mandor

0
1247

Antusiasme anak-anak, remaja, sampai orang tua begitu nanar terfokus pada layar tancap berukuran empat kali enam yang terpancang di area lapangan sepakbola. Nuansa dramatik perjuangan kemerdekaan tahun 45-an yang tersaji membawa imaji mereka pada ruang penuh semangat nasionalisme.

Di atas merupakan suasana saat diputar Film “Merah Putih” pada sesi awal pelaksanaan Bioling di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten landak.

Penonton sedang antusias menyaksikan film “Merah Putih” di Lapangan sepakbola, di Desa Mandor

Film yang berjudul “Merah Putih”merupakan film pertama dari serial film Trilogi Merdeka bertema khusus perjuangan pada era tahun 1947. Film karya Yadi Sugandi ini menceritakan tentang perjuangan sekelompok kadet (empat kadet) yang berjuang pada era dua tahun setelah Bangsa Indonesia memproklamirkan diri menjadi Negara merdeka.  Keempat kadet di bawah komando Jenderal Sudirman tersebut bersama-sama menyusun strategi untuk menyerang kamp tahanan milik Belanda, dalam usaha menyelamatkan perempuan yang dicintainya.

Masyarakat sedang antusias menyaksikan film “Darah Garuda” di lapangan sepakbola di Desa Mandor

Setelah pemutaran film yang dirilis pada 2009 dan dibintangi oleh aktor senior, antara lain: Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, dan Astri Nurdin tersebut, selanjutnya disajikan film sequelnya yang berjudul “Darah Garuda” atau Merah Putih II (Internasional: Blood of Eagles). Ini adalah film drama fiksi historis Indonesia yang dirilis tahun 2010. Film disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn. Aktor yang membintangi pada film tersebut merupakan aktor yang sama pada film sebelumnya.

Sebenarnya ada film sequel yang ketiga dari rangkaian film Trilogi Merdeka yang berjudul “Hati Merdeka”, namun karena keterbatasan waktu maka tidak diputar pada kesempatan tersebut.

Pemutaran film di Desa Mandor tersebut merupakan sesi pertama pada rangkaian kegiatan pemutaran film oleh BPNB Kalbar di tiga wilayah di Kalimantan Barat, Senin – Rabu (14 – 16 Agustus). Pemutaran film yang dilaksanakan melalui Program Bioling (Bioskop Keliling) tersebut selanjutnya akan diputar di dua daerah lainnya, yaitu berlokasi di Desa Segedong, Kecamatan Segedong, Mempawah dan di SDN 14 Sui Kakap, Kecamatan Sui Kakap, Kubu Raya.

Masyarakat berdesakan untuk menerima pembagian doorprize dari panitia Bioling

Adapun pemutaran film kali ini merupakan bentuk tanggapan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui UPT Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar untuk memenuhi permintaan masyarakat dalam hal pemutaran film pendidikan atau film yang memberikan nilai edukasi. Pada kesempatan ini masyarakat sendiri yang meminta pemutaran film yang bertemakan kemerdekaan. Ini dimaksudkan untuk menyambut HUT Republik Indonesia yang ke-72.

Panitia Bioling BPNB Kalbar sedang berpose

Kepala Desa Mandor, Robertus Haryanto, memberikan apresiasi yang besar pada pelaksanaan Bioling di wilayahnya. Haryanto mewakili masyarakat Desa Mandor sangat puas dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemdikbud, serta berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan pada kesempatan yang akan datang.

Selain pemutaran film, seperti biasa panitia dari BPNB Kalbar juga menyediakan doorprize untuk masyarakat dan dibagikan di akhir kegiatan. Tampak pada acara pembagian doorprize, masyarakat yang hadir berdesak-desakan dan berebut doorprize. Hal ini dikarenakan jumlah yang hadir terlalu banyak dan jauh melampaui jumlah doorprize yang ada.

 

 

 

*sumber referensi film : https://id.wikipedia.org/wiki/Merah_Putih_(film)

*feature image film: google