Upacara memperingati Hari Pahlawan di BPNB Jawa Barat

0
1702
Satukan langkah untuk negeri

10 November yang ditetapkan sebagai hari Pahlawan bagi bangsa Indonesia memiliki arti sangat penting dan strategis. Semangat yang berkobar ditambah dengan kekompakan dari arek-arek Suroboyo untuk mengusir penjajah sangat penting untuk diingat, dipahami, dan direalisasikan menjadi sebuah karakter kebangsaan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. Dan, tanggal 10 November 2016 ini dapat menjadi sebuah momen yang sangat strategis untuk membangun dan menyusun kembali semangat kebangsaan mengingat belakangan ini bangsa Indonesia tengah diguncang oleh berbagai isue yang bertujuan memecah belah bangsa Indonesia.

Upacara memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2016 di BPNB Jawa Barat dilaksanakan di halaman gedung BPNB Jawa Barat. Bertindak sebagai pembina upacara adalah kepala BPNB Jawa Barat dan diikuti oleh segenap karyawan/i BPNB Jawa Barat. Paparan yang disampaikan oleh pembina upacara merujuk pada amanat Menteri Sosial RI melalui surat edaran nomor 54067/A.A6/TU/2016 tentang pedoman penyelenggaraan upacara bendera peringatan hari pahlawan tahun 2016 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala BPNB Jabar

Upacara 10 november 2016upacara 10 november 2016

upacara 10 november 2016dsc_0231

Selain amanat dari pembina upacara, disampaikan juga beberapa pesan dari pahlawan nasional Indonesia yang sekiranya dapat menjadi landasan untuk membangun negara Indonesia yang kita cintai.

Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang :
Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.

Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman :
Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.

Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH :
“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri”.

Bung Tomo
Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan.
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.

Soekarno
Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.
Bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Moh. Hatta
Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.
Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.

R.A. Kartini
Tahukah kau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

TINGGALKAN KOMENTAR