Silat Sekojor dari Joglo Jakarta Barat

0
293

Silat Sekojor dari Joglo Jakarta Barat

Oleh:
Ani Rostiyati
(BPNB Jabar)

Masyarakat Betawi yang tinggal di wilayah Jakarta Barat adalah salah satu suku bangsa yang memiliki banyak warisan silat bela diri, salah satunya yang terkenal adalah silat sekojor yang berasal dari daerah Joglo. Silat bela diri sekojor tidak bisa dilihat sebelah mata, karena sudah ada sejak jaman Belanda. Silat sekojor ada sejak 1828 yang dibawa oleh Kumpi Potol. Dia memiliki anak bernama Kong Nyaih yang meneruskan silat tersebut sejak 1901.

Kong Nyaih sudah menguasai maen pukulan (bahasa Betawi) sekojor di usia 8 tahun. Beranjak remaja, ilmu silat dia semakin meningkat. Ilmu itu didapat dari mimpi dan ditambah dengan kreativitasnya sehingga tercipta silat yang mengacu pada gerakan pukulan lurus yang oleh orang Betawi disebut dengan sekojor. Adapun jurus yang dikembangkan adalah jalan lurus, gibas, pacul, sembat, bandut, kontek besi, dan kepro. Selain itu, ditambah dengan jurus lima dan jurus tiga. Dia memiliki tiga anak lelaki, yakni Baum, Iyan, Aryanto, serta satu anak perempuan. Ketiga anak lelakinya tidak ada yang mengikuti jejak Koh Nyai, mereka lebih senang mendalami agama. Oleh karena itu, dia menurunkan ilmu silat sekojor kepada murid-muridnya. Pada 1991 dia meninggal, dan ilmu silat sekojor diteruskan oleh beberapa muridnya, antara lain G.J Nawi, Kong Simah, Kong Sadi Benjol, Baba Akel, Baba Abet, dan Baba Amir. Nama yang disebutkan terakhir, yakni Baba Amir merupakan salah satu penerus dan sekaligus guru besar silat sekojor dari Joglo, Jakarta Barat yang masih aktif.

Baba Amir

Pada tahun 1991 Kong Nyaih meninggal dan diteruskan beberapa muridnya anatara lain G.J Nawi, Kong Simah, Kong Sadi Benjol, Baba Akel, Baba Abet, dan Baba Amir. Baba Amir sampai sekarang masih aktif nan silat dia tergolong unik dan cukup menguras tenaga, namun banyak kaum hawa yang menyukai silat sekojor. Ada beberapa jurus yang khas dan unik, seperti jurus lima kurung dan langkah segitiga.

Sampai sekarang silat sekojor masih bertahan dan sering tampil di berbagai kesempatan. Bahkan, sekojor saat ini juga menjadi nama sebuah sanggar yang begelut di bidang seni tradisi, seperti lenong, hadroh, gambus, marawis, dan kasidah. Sekojor resmi terdaftar di instansi pemerintah sejak tanggal 11 Maret 2011 dan sudah berbadan hukum serta memiliki struktur organisasi. Sanggar sekojor sudah mendapat banyak piagam dan prestasi, baik di tingkat propinsi, kota, kecamatan, maupun kelurahan. Upaya pelestarian tradisi silat sekojor yang dilakukan oleh pemerintah yakni sering mengadakan festival silat se-Jakarta Barat, mengadakan pertunjukkan silat, pelatihan, pembinaan, dan bantuan dana fasilitasi. Pemerintah juga sedang mengupayakan silat sekojor agar masuk dalam kurikulum muatan lokal di tingkat SD dan SLTP

TINGGALKAN KOMENTAR