Pembekalan Teknis Perekaman

0
812

A. Latar Belakang

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang pelestarian budaya, diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan yang meliputi: Pengkajian (penelitian), Pencatatan Warisan Budaya Takbenda (WBTB), Inventarisasi, dan Pendokumentasian (perekaman).

Kegiatan pendokumentasian/perekaman, merupakan kegiatan mendokumentasikan atau merekam peristiwa budaya dan sejarah. Pendokumentasian/perekaman dilakukan di empat wilayah kerja BPNB Jawa Barat, yakni di Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Provinsi Lampung.

Prinsip kerja dari kegiatan pendokumentasian/ perekaman adalah mendokumentasikan atau merekam peristiwa budaya dan sejarah dengan menggunakan kamera video dan foto. Dengan demikian, hasil pendokumentasian/ perekaman berupa gambar bergerak alias sebuah film yang dikemas dalam bentuk keping DVD disertai informasi tambahan berupa foto yang bisa “berbicara”.

Selain sebuah film, laporan kerja dari kegiatan pendokumentasian/perekaman sudah tentu harus dilengkapi dengan sebuah naskah yang menjadi sumber data untuk materi film, skenario untuk pedoman pengambilan gambar, dan foto-foto yang dikemas dalam sebuah album.

Berbeda dengan kegiatan penyusunan naskah, kegiatan yang terkait dengan pengambilan gambar dengan kamera video, masih belum terkuasai sepenuhnya oleh staf BPNB Jawa Barat pada umumnya. Selain karena memang belum terdapatnya sumber daya manusia (SDM) yang berlatarbelakang perfilman, juga karena keterbatasan waktu untuk belajar. Selain itu, pengambilan gambar dengan kamera tustel alias memotret yang dilakukan selama ini, bukan tidak mungkin juga belum memenuhi standar kelayakan, baik secara teknis ataupun secara materi.

Peningkatan kualitas hasil pendokumentasian/perekaman sangatlah penting. Itulah sebabnya, hasil pendokumentasian/perekaman tersebut akan dimanfaatkan selain sebagai bahan dokumentasi peristiwa budaya dan sejarah di BPNB Jawa Barat, juga sebagai materi dalam kegiatan “Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan dan Kesejarahan”. Kegiatan tersebut juga dilakukan secara rutin oleh BPNB Jawa Barat pada setiap tahunnya. Demikian halnya, peningkatan kualitas hasil pemotretan juga sangat penting oleh karena hasil pemotretan harus dapat berfungsi sebagai sumber data.

Sehubungan dengan adanya kendala seperti tersebut di atas maka diperlukan tenaga-tenaga yang profesional di bidang pembuatan film dokumenter/semi dokumenter untuk peristiwa budaya dan sejarah khususnya, dan pemotretan. Keprofesionalan tersebut dapat diperoleh dengan mendapatkan bekal ilmu dari ahlinya. Terkait adanya kepentingan untuk mendapatkan SDM yang memiliki kemampuan dalam bidang pembuatan film dokumenter/semi dokumenter khususnya, dan pemotretan maka diadakanlah kegiatan Pembekalan Teknis Perekaman.

B. Tujuan

Kegiatan Bimbingan Teknis Perekaman dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  • membekali staf BPNB Jawa Barat khususnya dan peserta Pembekalan Teknis Perekaman pada umumnya, untuk mendapatkan ilmu terkait dengan pembuatan film dokumenter/semi dokumenter untuk peristiwa budaya dan sejarah, dan pemotretan.
  • untuk mendapatkan hasil pendokumentasian/perekaman dan pemotretan dengan kualitas yang maksimal.

C. Ruang Lingkup

Kegiatan Pembekalan Teknis Perekaman mengambil materi pada hal-hal yang terkait dengan pembuatan film dokumenter/semi dokumenter, dan pemotretan, baik untuk peristiwa budaya maupun sejarah. Secara rinci materinya meliputi: Penulisan skenario film dokumenter; Metode dan teknik pengambilan gambar audio visual; Mengenal media audio-visual dan bahasa visual; Teknik pengeditan audio-visual; Foto sebagai sumber data; Metode dan Teknik Pemotretan.

D. Pemakalah

Kegiatan Pembekalan Teknis Perekaman mendatangkan pemakalah sesuai bidang atau kepakarannya. Pemakalah berasal dari praktisi film dan dari perguruan tinggi yang memiliki program studi (prodi) yang terkait dengan pembuatan film dan pemotretan. Adapun pemakalah dalam kegiatan ini adalah :

  • Aisyah Amirah (Salman Academy)  membawakan materi berjudul Penulisan Skenario Film Dokumenter
  • Yopi D. Nafis (Salman Academy) membawakan materi berjudul Metode dan Teknik Pengambilan Gambar Audio-Visual
  • Iqbal Alfajri (Salman Academy) membawakan materi berjudul Mengenal Media Audio- Visual dan Bahasa Visual
  • Hendra Veejay (Salman Academy) membawakan materi berjudul Teknik Pengeditan Audio-Visual
  • Asep Rachlan (Antropologi-UNPAD) membawakan materi berjudul Foto sebagai Sumber Data
  • Herman Effendi (Prodi Film- ISBI) membawakan materi berjudul Metode dan Teknik Pemotretan.

E. Waktu dan Tempat

Kegiatan Pembekalan Teknis Perekaman telah dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2016 bertempat di Aula BPNB Jawa Barat.

TINGGALKAN KOMENTAR