You are currently viewing Motif Lama dan Baru Batik Betawi

Motif Lama dan Baru Batik Betawi

Motif Lama dan Baru Batik Betawi

oleh:
Ria Intani T.
(BPNB Jabar)

Batik Betawi merupakan batik pesisiran. Secara garis besar motifnya terbagi atas motif geometris dan nongeometris. Sama halnya dengan batik pesisiran pada umumnya, pada awalnya motifnya menggambarkan potensi alam masing-masing lima wilayah yang termasuk ke dalam Provinsi DKI Jakarta. Sebut saja di antaranya Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Dengan demikian masing-masing wilayah memiliki kekhasan pada motifnya. Misalnya, pada batik Betawi di Jakarta Utara yang merupakan daerah pantai/laut, terdapat motif ikan, kura-kura, dan perahu; Batik Betawi di Jakarta Timur terdapat motif cililitan, condet, dan ciliwung. Motif ini menggambarkan bahwa pada zamannya di sana banyak tumbuh tanaman cililitan dan condet dan terdapat Sungai Ciliwung ; Batik Betawi di Jakarta Pusat terdapat motif sirih dan galur. Motif ini menggambarkan bahwa pada zamannya, di sana banyak tumbuh tanaman sirih dan galur; Batik Betawi di Jakarta Selatan terdapat motif burung pipit. Motif ini menggambarkan bahwa pada zamannya di sana banyak beterbangan burung pipit.


(dari kiri) Batik Betawi motif ciliwung dan motif kura-kura
Sumber Foto: Dokumentasi BPNB Jabar

Seiring berjalannya waktu, ragam motif nongeometris pun meluas. Bukan hanya mengangkat potensi alam, melainkan juga peristiwa/sejarah yang pernah terjadi di Jakarta, ikon-ikon Kota Jakarta, dan budaya Betawi. Adanya perluasan motif tersebut maka tidak ada lagi pengkotak-kotakkan motif berdasarkan geografis. Motif tersebut, dalam perkembangannya menjadi milik bersama semua wilayah. Dengan kata lain, tidak lagi hanya dibuat di wilayah asalnya, akan tetapi bisa dibuat oleh pengrajin di wilayah Jakarta mana pun.

Motif batik budaya Betawi di antaranya menggambarkan tentang cerita rakyat, permainan tradisional, arsitektur tradisional, makanan tradisional. kesenian tradisional, dan upacara daur hidup (perkawinan) Betawi.


(dari kiri) Batik Betawi motif penganten betawi dan motif kerak telor

(dari kiri) Batik Betawi motif golok si pitung dan motif tugu monas
Sumber Foto: Dokumentasi BPNB Jabar

Berbeda dengan motif nongeometris yang memunculkan beragam motif, pada motif geometris hanya ada satu motif, yakni motif tumpal. Motif ini berbentuk dasar segitiga, mengambil bentuk dari kontur gunung. Di antara semua motif yang ada, motif tumpal merupakan satu-satunya motif yang memiliki makna simbolis. Bentuk segitiga bermakna hubungan antara Yang Maha Kuasa, alam, dan manusia. Motif ini terdapat di semua wilayah Jakarta.

Leave a Reply