Pura Ulun Danu Beratan, Salah Satu Pura Kahyangan Jagat Di Bali

0
18482

Sahabat budaya pastinya sudah tidak asing lagi dengan gambar Pura yang terdapat dalam pecahan uang Rp 50.000,00. Ya, dialah Pura Ulun Danu Beratan. Salah satu Pura terbesar di Bali. Nama Pura ini merujuk pada lokasinya yang berdiri di tepi Danau Beratan. Secara administratif, Pura Ulun Danu Beratan terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Sekitar 50 KM di utara kota Denpasar, di jalan utama Bedugul-Singaraja.

Sejarah pendirian Pura Ulun Danu Beratan tercantum dalam kisah yang terdapat dalam Lontar Babad Mengwi. Disebutkan dalam lontar tersebut bahwa pendiri Pura tersebut adalah I Gusti Agung Putu. Didirikan pada tahun saka 1556 (Tahun 1634 Masehi) dan dipelihara oleh empat “satakan” dari desa-desa di sekitar area Pura ini, yang terdiri dari: satakan Candi Kuning mewilayahi 5 bendesa adat, satakan Bangah mewilayahi 3 bendesa adat, satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat, dan satakan Baturiti mewilayahi 6 bendesa adat.

Pura Ulun Danu Beratan terdiri atas lima kompleks Pura dan 1 buah Stupa. Diantaranya:
1. Pura Penataran Agung
Pura ini dapat dilihat setelah memasuki Candi Bentar menuju Beratan. Pura ini ditujukan untuk memuja Tri Purusha Siwa yaitu Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa.
2. Pura Dalem Purwa
Dalam Pura Dalem Purwa terdapat tiga pelinggih utama yaitu Pelinggih Dalem Purwa sebagai tempat persemayaman Bhatari Durga dan Dewa Ludra yang dipuja sebagai sumber kemakmuran, Bale Murda Manik sebagai balai pemaruman dan Bale Panjang sebagai tempat meletakkan upakara. Pelinggih yang terdapat di Pura ini menghadap timur, berada di tepian danau Beratan sebelah selatan.
3. Pura Taman Beiji
Pura Taman Beiji ini difungsikan untuk upacara ngebejiang (menyucikan sarana upacara) dan memohon tirta (air). Tidak hanya itu Pura ini juga difungsikan sebagai tempat melasti oleh masyarakat sekitar. Letak Pura ini adalah di sisi timur Hotel Enjung Beji dan tidak dikelilingi oleh tembok.

4. Pura Lingga Petak
Pura Lingga Petak inilah yang sesungguhnya terpapar jelas dalam pecahan uang Rp 50.000,-Terdiri dari tiga tingkat yang di dalamnya terdapat sebuah sumur keramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu. Tidak hanya itu, dalam Pura ini juga terdapat lingga yang berwarna putih. Diapit batu hitam dan merah. Pura ini diyakini sebagai sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan. Ada dua peinggih dalam Pura ini yaitu Pelinggih Meru Tumpang Solas yang menghadap ke arah selatan dan Pelinggih Meru Tumpang Telu, memiliki empat pintu yang menghadap empat arah mata angin.

Pura Lingga Petak
Pura Lingga Petak

5. Pura Prajapati
Terdapat pohon beringin besar sebagai penanda. Pura ini difungsikan sebagai istana Bhatari Durga. Pelinggih yang menghadap barat ini menjadi yang pertama ditemui sesaat setelah pengunjung melewati ticket box dan masuk ke area Danu Beratan.
6. Stupa Buddha
Tidak hanya berupa kompleks Pura, di Ulun Danu Beratan juga terdapat satu Stupa Budha. Stupa Budha disini menandakan adanya makna keselarasan dan harmoni beragama. Stupa ini menghadap selatan dan terletak di luar area utama kompleks Pura Ulun Danu Beratan.

Pada hari-hari tertentu seperti misalnya Purnama, Tilem, Galungan maupun hari besar agama Hindu lainnya, seringkali diadakan persembahyangan bersama. Tidak hanya itu area Ulun Danu Beratan yang indah sering juga digunakan untuk lokasi prewedding yang mempesona. Bagi sahabat budaya yang berkunjung ke Bali, jangan lupa study budaya ke tempat ini karena banyak hal yang bisa dipelajari disini. Salam budaya! (WN)

TINGGALKAN KOMENTAR