Permainan Tradisional Sebagai Media Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa

0
965

Buleleng – Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali sebagai lembaga yang berperan aktif dalam menggali dan mensosialisasikan pelestarian nilai budaya baru saja menyelenggarakan kegiatan Dialog Budaya Dengan Komunitas  Bali pada Rabu (7/8) kemarin. Kegiatan Dialog Dengan Komunitas diselenggerakan di Gedung Puri Sasana Budaya, Singaraja, Kabupaten Buleleng. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu “Permainan Tradisional Sebagai Media Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa”.

Memperkuat karakter dan jati diri bangsa dapat ditumbuhkan melalui berbagai media, salah satunya adalah permainan tradisional yang digunakan sebagai alat pembelajaran untuk para siswa-siswi dalam menguatkan nilai-nilai yang tumbuh sesuai dengan budaya bangsa. Nilai-nilai luhur dalam tradisi khususnya permainan tradisional telah terbukti mengandung nilai-nilai yang adiluhung. Dalam permainan tradisional dapat menciptakan suatu kebersamaan maupun tenggang rasa dan semangat saling membantu. Makna yang terkandung dalam permainan tradisional perlu dipupuk dan dikembangkan untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi budaya yang tanpa sekat ini.

Tujuan pokok dari kegiatan ini diantaranya: untuk menjadikan permainan tradisional sebagai media penguatan karakter dan jati diri bangsa, untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya lokal khususnya permainan tradisional serta untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional.

Salah Seorang Narasumber Sedang Menyampaikan Paparannya

Peserta kegiatan terdiri dari siswa-siswi SMU/SMK, mahasiswa, budayawan, komunitas sanggar, tokoh masyarakat, pemuda serta instansi terkait. Sedangkan narasumber dalam kegiatan ini antara lain: I Wayan Suca Sumadi, S.H (mewakili Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali), I Putu Tasra Wijaya, M.M (Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng) dan I Nyoman Arcana, SST., MSi (Budayawan).

Penyelenggaraan kegiatan budaya dengan komunitas, setidaknya dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1). Dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat khususnya para budayawan, pecinta seni dan dapat pula bermanfaat untuk para pengajar, guru-guru maupun para cendekiawan yang berperan dalam pelestarian permainan tradisional 2). Dapat bermanfaat bagi generasi penerus bangsa yakni generasi muda yang berada di tingkat sekolah, dalam hal ini siswa tingkat Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan. (WN)