GENERASI MUDA PERLU DIKENALKAN MOTIF WAYANG PADA PERALATAN MASYARAKAT BALI

0
1858

Pengunjung Pameran WayangMasyarakat Bali sejak lama telah mengenal pertunjukan wayang. Disamping disajikan dalam bentuk hiburan, pementasan wayang umumnya dikaitkan dengan berbagai upacara, diantaranya : upacara Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Butha Yadnya, Rsi Yadnya maupun pada jenis-jenis upacara yadnya lainya. Menurut Kamus Bali-Indonesia bentuk halus kata wayang adalah ringgit. Di Bali kata ringgit membentuk kata jadian ngringgit yang artinya menoreh atau membuat hiasan pada janur. Cara menoreh tersebut erat kaitannya dalam proses pembuatan wayang. Sedangkan kata wayang berarti baying atau bayangan. Hal ini dikarenakan menonton wayang kulit yang ditonton adalah bayangan wayang yang dipantulkan ke kelir (layar) melalui penyinaran Ganjreng (pelita) yang terdapat di depan dalang.

Mengenal motif wayang pada peralatan masyarakat Bali dimaksudkan untuk memperkenalkan kemabli gambar-gambar wayang untuk memperindah perabotan rumah tangga, peralatan upacara, senjata dan lain-lain yang dibuat sedemikian rupa sehingga menarik dipandang mata. Oleh sebab itu pemerintah provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan dan Museum Provinsi Bali mengadakan pecan apresiasi budaya dengan mengadakan Pameran Motif Wayang Pada Peralatan Masyarakat Bali Kita Tingkatkan Jati Diri Bangsa. Pameran ini di buka mulai tanggal 21 juli sampai 9 Agustus bertempatdi UPT Museum Bali. Acara ini juga dirangkai untuk memperingati Hari Ulang Tahun Anak-Anak Indonesia.

Tujuan dari penyelenggaraan pameran ini, selain untuk meningkatkan wawasan generasi muda tentang motif wayang pada peralatan tersebut juga untuk menyebarluaskan informasi museum sesuai dengan visi misi museum, yaitu demi terwujudnya Museum Bali yang berdaya guna bagi kepentingan pelestarian budaya. Selain itu pengenalan hasil-hasil karya seni berbentuk motif wayang untuk menumbuhkan cinta budaya sendiri dalam rangka meningkatkan jati diri bangsa. Melalui kegiatan semacam ini diharapkan masyarakat Bali pada umumnya dan generasi muda pada khususnya dapat melihat dan menyadari bahwa keanekaragaman motif wayang yang berkembang hakekatnya mempunyai latarbelakang sejarah dan perlu dijaga kelestariannya.