Anak-Anak SOS Desa Taruna Antusias Menonton Film Bioskop Keliling Kemdikbud

0
880
IMG-20150831-WA0006
Mobil Bioskop Keliling Milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tabanan – Bioskop Keliling Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikelola oleh Kelompok Seni dan Film Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali kemarin Sabtu (29/8) baru saja mengadakan kegiatan rutin pemutaran film di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Tepatnya di SOS Desa Taruna. SOS Desa Taruna merupakan sebuah lembaga pengasuhan anak berbasis keluarga. Bertujuan membantu, mengasuh dan mengupayakan masa depan yang cerah bagi anak-anak yatim piatu yang kurang beruntung. Anak-anak yang dibantu tersebut berasal dari berbagai macam suku, agama dan ras. Melihat latar belakang itu bioskop keliling BPNB Bali hadir untuk memberikan sedikit hiburan gratis untuk anak-anak yang kurang beruntung tersebut dan masyarakat sekitar.

Hadirnya bioskop keliling di tengah anak-anak SOS Desa Taruna mendapat sambutan yang baik. Terlihat dari antusiasme yang tinggi dari mereka. Tidak hanya anak-anak SOS Desa Taruna saja yang menyaksikan pemutaran film bioskop keliling, namun orang tua asuh serta masyarakat sekitar juga turut menyaksikan.

IMG-20150831-WA0003
Anak-Anak SOS Desa Taruna Antusias Menyaksikan Film Lima Elang

Pemutaran film dimulai pukul 19.00 WITA. Adapun film yang diputar dalam gelaran kali ini yaitu Garuda di Dadaku dan Lima Elang. Secara khusus, pemutaran film Lima Elang sendiri dimaksudkan untuk memperingati hari pramuka yang jatuh pada 14 Agustus lalu.

Film yang diputar dalam bioskop keliling bukanlah sembarang film. Film tersebut merupakan film khusus dan pilihan yang sarat dengan pendidikan karakter. Misalnya saja film Garuda di Dadaku, Lima Elang, Sang Pencerah, Laskar Pelangi dan sebagainya. Dengan adanya bioskop keliling tersebut, disamping sebagai hiburan gratis untuk masyarakat Indonesia juga dapat bermanfaat untuk mensosialisasikan nilai-nilai kebaikan pada masyarakat seperti yang telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan. (WN)