Sambutan Kepala BPNB Aceh Pada Saat Pembukaan Kegiatan Dialog Budaya Religi 2016

Banda Aceh-Sobat budaya, pada hari Sabtu, 18 Juni 2016 yang lalu BPNB Aceh telah melaksanakan satu kegiatan, yakni Workshop Budaya Religi 2016. Adapun tema dari kegiatan workshop kali ini adalah “Membangun Kerukunan dan Toleransi Dalam Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh”. Tema yang sangat kekinian yah sobat budaya.

Bapak Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL., MA. Yang memberikan materi terkait kerukunan dan toleransi.
Bapak Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL., MA. Yang memberikan materi terkait kerukunan dan toleransi.

Acara ini dihadiri oleh para orang tua kita yang selama ini telah memberi kontribusi dan sampai saat ini tetap memberi dukungan bagi majunya BPNB Aceh ke arah yang lebih baik. Para orang tua inilah yang telah membangun budaya birokrasi yang sehat di BPNB Aceh sobat budaya. Adapun para orang tua kita tersebut adalah bapak Rusdi Sufi, pak Shabri Aliaman, dan pak Djuniat.

Selain para orang tua kita, workshop ini juga dihadiri oleh mitra bestari BPNB Aceh yang selama ini juga telah memberi kontribusi bagi baiknya kinerja BPNB Aceh dan majunya sejarah dan budaya di Aceh dan Sumatera Utara. Kegiatan workshop ini kemudian diakhiri dengan acara berbuka puasa dan shalat maghrib bersama.

Suasana sesaat akan masuknya waktu berbuka puasa.
Suasana sesaat akan masuknya waktu berbuka puasa.

Jadi sobat budaya, toleransi itu bukanlah sebagaimana logika falasi yang saat ini sedang dibangun oleh salah satu media yang menurut hemat kami justru akan membuat retak-retak kecil di masyarakat kita. Budaya luhur bangsa kita yang sudah berusia ratusan tahun ini sebenarnya telah mengajarkan kepada kita apa itu namanya toleransi. Seperti contoh, mungkin para sobat budaya masih ingat dengan pepatah ini “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.” dan masih banyak lagi pepatah-pepatah dan petuah-petuah yang sebenarnya kalau kita mau jujur telah kita lupakan.

Jadi sobat budaya, kita tidak punya masalah dengan toleransi, akan tetapi masalah bersama kita adalah LOGIKA FALASI yang sedang dibangun oleh media-media pemburu rating.

#SalamKebudayaan