Pratima adalah kata dalam bahasa Sanskerta yang berarti arca, gambar dan simbol. Pratima dapat dimaknai sebagai perwujudan jasmani dari dewa yang dipuja. Fungsinya sebagai alat perwujudan agar pikiran dari pemuja dapat terpusat pada Dewa.

     Wujud pratima dari satu dewa dengan dewa lainnya berbeda. Setiap wujud tertentu dihubungkan dengan cerita yang berkaitan dengan tokoh dewa. Dewa pada umumnya diwujudkan dengan ciri-ciri tidak seperti makhluk pada umumnya. Misalnya bertangan lebih dari dua, muka lebih dari satu atau memiliki mata ketiga. Hal ini melekat dengan sifat kedewataan, kedudukan, dan kelebihannya melampaui makhluk pada umumnya.

     Proses kreativitas dalam pembuatan arca tidak dilakukan secara sembarangan. Pembuatan arca harus mengacu pada pakem tertentu yang sudah digariskan dalam Kitab Silpasastra. Keberadaan arca menjadi bagian penting dalam kehidupan religius masyarakat pada masa klasik (Hindu-Buddha). Karya budaya tersebut merupakan hasil kreativitas leluhur di masa lalu yang masih dapat dikenali, dipahami, dan bahkan menjadi kebanggaan lintas generasi sebagai cerminan perkembangan peradaban bangsa.

Saksikan pameran cagar budaya daring “Pratima” pada 10 s.d 30 November 2021 melalui:
Instagram: @bpcb_diy
Facebook: Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta
Website: bpcbdiy.kemdikbud.go.id